Pangeran Arab Saudi Tidak Jadi Beli Newcastle United

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 02:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 45 2254859 pangeran-arab-saudi-tidak-jadi-beli-newcastle-united-fYpM3UQZcB.jpg Newcastle United (Foto: Laman resmi Newcastle)

NEWCASTLE – Pangeran Arab Saudi, Mohammed Bin Salman (MBS), batal membeli Newcastle United. Hal itu disampaikan oleh rekan MBS, Pimpinan PCP Capital Partners, Amanda Staveley.

Sebagaimana diketahui, MBS rencananya akan membeli saham mayoritas Newcastle dari pemiliknya sekarang, Mike Ashley. Pangeran Salman membeli Newcastle melalui Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF). MBS siap untuk membeli Newcastle dengan mahar 300 juta poundsterlin (sekira Rp5,7 triliun).

Mohammed Biin Salman (Foto: Istimewa)

MBS nantinya akan memiliki 80 persen saham Newcastle. Sebanyak 20 persen sisanya akan dibagi rata untuk Staveley dan Reuben bersaudara (Simon dan David). Itu adalah rencana awalnya, tetapi tidak ada satu pun yang menjadi kenyataan.

Staveley dengan berat hati mengumumkan bahwa Pangeran Salman telah mundur dari upaya membeli Newcastle. Kegagalan akuisisi Newcastle membuat Staveley sedih, karena tinggal selangkah lagi kesepakatan tercapai.

BACA JUGA: 5 Pemain yang Paling Jago Dribel di Liga Inggris 2019-2020

Wanita yang memimpin PCP Capital Partners itu pun menyindir klub-klub Liga Inggris yang sempat menolak rencana MBS membeli Newcastle. Klub-klub itu menolak karena Arab Saudi kerap mencuri secara illegal tayangan Liga Inggris dari beIN Sports.

"Kami jelas-jelas patah hati. Tentu saja kami (mengalahkan Liga Inggris). Mereka memiliki peluang, mereka mengatakan kami belum menjawab semua pertanyaan tetapi kami telah melakukan,” kata Staveley, menyadur dari Sportskeeda, Jumat (31/7/2020).

"Namun, klub-klub lain di Liga Inggris tidak ingin itu terjadi. Kami sangat patah hati untuk para penggemar Newcastle karena investasi yang akan masuk ke klub bertujuan baik menilik keadaan sekarang, Brexit dan Covid-19, akan sangat penting. Ini adalah bencana besar bagi mereka,” tuturnya.

“Pembajakan bukan masalah tetapi kami tetap berusaha menyelesaikannya. Mereka (Liga Inggris) berusaha menjadikan Arab Saudi sebagai direktur. PIF telah setuju untuk menjadi direktur,” ucap Staveley.

Selain masalah pembajakan, MBS juga tersangkut pelanggaran HAM berat terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Putra mahkota Kerajaan Arab Saudi itu diduga sebagai dalang di balik pembunuhan Jamal Khashoggi di Konsulat Jenderal yang berada di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018.

Almarhum Jamal Khashoggi diyakini dibunuh di dalam kantor Konsulat Jenderal saat hendak mengurus dokumen pernikahannya dengan Hatice Cengiz. Catatan kelam soal pembunuhan plus pembajakan Liga Inggris menjadi isu utama perlawanan terhadap pembelian Newcastle oleh Pangeran Salman.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini