Tangan Dicium saat Pergantian Pemain, Marco Motta Terkejut

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 49 2246318 tangan-dicium-saat-pergantian-pemain-marco-motta-terkejut-y2i285IL1S.JPG Momen Reski Fandi cium tangan Marco Motta saat pergantian pemain. (Foto/Persija Jakarta)

JAKARTA – Bek kanan Persija Jakarta, Marco Motta, mengungkapkan keterkejutannya saat mendapat sikap cium tangan dari pemain muda tim Macan Kemayoran, Reski Fandi.

Melalui akun Instagram-nya, pemain asal Italia tersebut menjelaskan budaya cium tangan tidak lazim di negara asalnya, yakni Italia. Meski begitu, ia sangat menghargai budaya cium tangan yang dilakukan Reski.

Baca juga: Alasan Marc Klok Senang di Indonesia Dibanding Belanda

Baca juga: Cerita Bek Persija Pernah Main Bareng Eks Kiper Timnas Brasil dan AC Milan

Motta yang datang ke Persija pada 2020 kini telah berusia 34 tahun, lebih tua 14 tahun dari Reski. Bagi masyarakat Indonesia, sesuatu yang lazim jika seseorang yang lebih muda mencium tangan orang yang lebih tua.

Foto/Persija Jakarta

Dalam foto yang diunggah Motta di Instagram-nya, memperlihatkan Reski sedang mencium tangan Motta. Momen itu terjadi saat Reski menggantikannya dalam laga persahabatan antara Persija melawan klub Singapura, Geylang FC pada 23 Februari 2020.

Saat Persija sudah unggul dua gol, yang dicetak Osvaldo Haay dan Marko Simic, pelatih Persija, Sergio Farias, menganti sejumlah pemain termasuk Motta pada babak kedua. Reski yang menggantikan Motta di menit 60, mencium tangan Motta sebelum masuk ke lapangan.

“Sebagai orang barat, gerakan ini sangat mengejutkan saya karena tidak lazim dalam budaya kami,” tulis Motta.

“Saya sangat menyukai budaya Anda dan saya sangat menghargainya,” ujar Motta menambahkan momen Reski mencium tangannya.

Sebelum ke Persija, Motta sudah berpetualang ke AS Roma, Udinese, Torino, Juventus hingga ke Almeria, Spanyol. Ia juga pernah bermain untuk klub sepakbola Siprus, Omonia.

Foto/Persija Jakarta

Motta menjelaskan petualangannya ke berbagai negara membuat ia banyak mengetahui beragam macam budaya negara melalui sepakbola. Di Indonesia, ia mengenal budaya cium tangan.

“Sepakbola adalah kunci saya untuk mengetahui dunia,” ujar Motta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini