MANCHESTER – David De Gea menjadi sorotan ketika Manchester United meraih hasil imbang 1-1 saat melawan Tottenham Hotspur dalam laga lanjutan Liga Inggris 2019-2020 yang berlangsung pada Sabtu 20 Juni 2020. Ia disebut-sebut tampil kurang memuaskan sehingga Tottenham dengan mudahnya menjebol gawang The Red Devils –julukan Man United.
Padahal, tendangan keras yang dilakukan Steven Bergwijn di menit 27 seharusnya mampu diantisipasi oleh kiper kelas dunia sekelas De Gea. Namun, pada kenyataannya Bergwijn dengan mudahnya menjebol gawang kiper asal Spanyol tersebut. Sebab itulah ia mendapatkan banyak kritikan oleh berbagai pihak, termasuk legenda Man United, yakni Gary Neville.
Baca Juga: Tottenham vs Man United, Keane Marah-Marah kepada De Gea dan Maguire

Menurut Neville, De Gea yang sekarang sudah tak bisa diandalkan lagi seperti beberapa musim yang lalu. Ia merasa mental De gea sudah jatuh di musim ini akibat banyak hal. Salah satunya ketika bermain membela Tim Nasional (Timnas) Spanyol, De Gea kerap kali mendapatkan sorakan dari pendukung sendiri.
Karena sorakan itu, Neville merasa telah menggoyahkan mental De Gea yang awalnya sangat kukuh. Dengan mental yang sudah jatuh, maka otomatis mempengaruhi permainan De Gea dan itulah penyebab kiper berusia 29 tahun tersebut kerap kali mengalami blunder akhir-akhir ini.
“Dia (De Gea) adalah satu-satunya pemain yang bisa diandalkan Man United selama empat tahun terakhir, tetapi dia yang sekarang sudah tidak sama lagi. Dia sudah berbeda selama beberapa waktu. Ketika performa Anda turun selama enam bulan, itu adalah gangguan sementara, tetapi ketika berlangsung selama satu tahun Anda harus mulai khawatir. Ketika berjalan lebih dari dua tahun, dia bisa saja menjadi lebih permanen (sering melakukan blunder,” kata Neville, melansir dari Daily Mail, Senin (22/6/2020).
“Hal itu sekarang menjadi representasi yang adil tentang apa terlihat dari De Gea karena dia membuat banyak kesalahan. Sesuatu hal yang sebelum dia tidak akan pernah buat. Sebab sebelumnya dia adalah seseorang yang bisa Anda andalkan sepenuhnya. Itu semua bisa terjadi karena memiliki kepercayaan diri. Lengan, kaki, dan tubuh adalah sama, itu semua terhubung dengan pikiran,” tambahnya.
“Perlakukan yang didapatkannya dari Spanyol tampaknya telah mempengaruhinya. Dia bahkan dicemooh oleh penggemar Spanyol ketika dia mengenakan jersey Timnas Spanyol. Di Piala Dunia 2018d ia benar-benar berjuang dan dari situd ia meragukan dirinya sendiri. Secara mental dia tidak persis sama,” tutup Neville.
(Ramdani Bur)