Sarri Akui Dirinya Kesal Setiap Dikritik Tak Pernah Menangkan Trofi

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 01:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 47 2231310 sarri-akui-dirinya-kesal-setiap-dikritik-tak-pernah-menangkan-trofi-wPNk0dibE1.jpg Maurizio Sarri (Foto: Reuters)

ROMA – Sepanjang berkarier sebagai pelatih sepakbola, Maurizio Sarri, sejatinya baru memenangkan satu trofi prestisius, yakni menjuarai Liga Eropa bersama Chelsea. Sedangkan di negara asalnya, Italia, Sarri justru belum memenangkan trofi apa pun. Hal itulah yang kemudian membuat Sarri sering dikritik.

Diakui oleh Sarri bahwa hal tersebut membuat dirinya kesal. Sebab, ia merasa prestasinya sebagai pelatih selama ini tak pernah dianggap. Padahal, pelatih 61 tahun itu telah delapan kali membawa tim yang diasuhnya promosi ke kasta yang lebih tinggi.

Baca juga: Resmi, Ini Tanggal Penyelenggaraan Bursa Transfer di Liga Italia 2020-2021

Maurizio Sarri

Maka dari itu, laga melawan Napoli di final Coppa Italia 2019-2020 pada Kamis 18 Juni dini hari WIB menjadi kesempatan bagi Sarri untuk memenangkan trofi pertamanya di Italia. Terlebih lagi, saat ini Juventus besutan Sarri adalah tim favorit karena bermaterikan banyak pemain bintang, seperti Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala, hingga Leonardo Bonucci.

"Saya merasa kesal ketika mereka berkata, 'Di Italia, dia tidak memenangkan apa-apa.’ Saya mendapat delapan promosi dari satu divisi ke divisi lainnya, dan saya meraih semuanya di lapangan,” ujar Sarri, seperti dikutip dari Goal, Rabu (17/6/2020).

"Itu mungkin hal kecil jika dibandingkan dengan juara Liga Champions dan Scudetto, tetapi itu tidak mudah. Itu selalu merupakan insentif penting untuk memenangkan trofi penting dan ada keinginan untuk mengangkat piala. Saya senang bahwa kami berada di final," tuturnya.

Sebelum resmi berkarier menjadi pelatih sepakbola, Sarri sebenarnya bekerja sebagai pegawai bank. Pada 1990, ketika usianya 30 tahun, ia melatih tim pertamanya, Stia. Dari situ ia membangun karier kepelatihannya, menangani satu tim ke tim lain. Nama Sarri mulai melejit saat ia mengantarkan Empoli promosi ke Serie A dan kemudian ia ditarik sebagai pelatih Napoli.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini