GELSENKIRCHEN – Fullback Schalke 04, Weston McKennie, terang-terangan mengatakan akan terus melawan aksi semena-mena polisi terhadap warga kulit hitam lewat sepakbola. Menurut pemain berkebangsaan Amerika Serikat (AS) itu, pembelaan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab.
Seluruh pemain Schalke pada akhir pekan lalu mengenakan ban hitam di lengan sebagai bentuk solidaritas terhadap mendiang George Floyd. Pria berusia 46 tahun itu meninggal dunia usai mendapat kekerasan dari perwira polisi AS bernama Derek Chauvin di Minneapolis.
Baca juga: Weston McKennie Kenakan Ban Khusus untuk Mendiang George Floyd

Leher George Floyd ditindih dengan lutut hingga sulit bernafas. Kematian George Floyd lantas memicu gelombang protes bahkan berujung penjarahan di beberapa negara bagian di Negeri Paman Sam. Tuntutan agar proses hukum berjalan adil turut disuarakan para pesepakbola di Liga Jerman.
Weston McKennie bahkan menambahkan tulisan khusus di ban hitam, yaitu ‘Keadilan untuk George’. Pemain berusia 21 tahun tersebut menyebut dukungan agar keadilan ditegakkan bagi mendiang George Floyd tidak akan berhenti sampai di situ.
“Saya merasa ini adalah tanggung jawab dan tugas saya, terutama sebagai seorang warga AS, dan melihat situasi yang terjadi di Amerika. Saya merasa ini adalah platform terbaik dan terbesar yang bisa saya gunakan untuk membuat orang-orang tersadar,” tutur Weston McKennie, melansir dari Goal, Selasa (2/6/2020).
“Masalah ini sudah berlangsung terlalu lama. Kami adalah satu-satunya liga yang bermain saat ini, jadi semua mata tertuju pada Liga Jerman. Jadi, saya merasa tidak ada cara dan waktu yang lebih baik daripada sekarang. Jika saya harus mendapat konsekuensi karena ini, saya akan menerimanya,” pungkas pemain kelahiran Texas tersebut.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.