5 Pemain yang Kariernya Menurun Setelah Gabung Chelsea

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 22 45 2217959 5-pemain-yang-kariernya-menurun-setelah-gabung-chelsea-U0phGPYvBY.jpg Markas Chelsea, Stadion Stamford Bridge. (Foto: Sportskeeda)

SETIAP klub selalu berusaha memanfaatkan sebaik mungkin momen bursa transfer demi memperkuat timnya pada musim-musim selanjutnya. Dengan tujuan tersebut, klub-klub pun berjuang keras untuk mendapatkan jasa pemain top yang telah berhasil menunjukkan talenta gemilang.

Tetapi sayangnya, harapan klub untuk mendapatkan dampak besar dari setiap pemain top yang berhasil didatangkan tak melulu bisa berjalan mulus. Performa yang menurun kerap kali terlihat dari penampilan pemain saat bermain di klub baru.

Kali ini, Okezone pun akan membahas pemain yang mengalami hal tersebut saat bergabung ke salah satu klub top Inggris, Chelsea. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Jumat (22/5/2020), berikut lima pemain yang kariernya menurun setelah gabung Chelsea.

5. Marko Marin

Di urutan kelima, ada nama Marko Marin. Saat berlabuh ke Stamford Bridge, ekspektasi besar tentu saja diberikan banyak pihak kepada Marin karena namanya digadang-gadang sebagai Messi-nya Jerman kala itu.

Marko Marin

Status itu didapat Marin karena keterampilan dribbling yang apik. Pemain berpaspor Jerman itu berhasil tampil apik di Werder Bremen. Berkat aksi apiknya, Chelsea pun tertarik untuk mendatangkannya pada 2012. Usaha klub berjuluk The Blues itu untuk mendatangkan Marin berbuah manis.

Di awal kedatangannya, Marin memasang penampilan mengesankan pada pramusim. Namun, kisah manisnya tidak bertahan lama karena cedera berulang yang dialami. Alhasil, Marin akhirnya menjalani empat masa pinjaman. Frustrasi karena kurang menjadi pilihan di tim utama Chelsea, ia akhirnya bergabung ke Olympiakos pada 2016.

4. Shaun Wright-Phillips

Kemudian, ada nama Shaun Wright-Phillips. Phillips tidak bisa mendapatkan cukup waktu bermain di Chelsea setelah bergabung dalam kesepakatan senilai 21 juta poundsterling dengan Manchester City.

Shaun Wright-Phillips

Saat berpindah haluan ke tim rival, ia tentu saja tak mengira bahwa nasibnya akan menjadi buruk di sana. Pada musim debutnya di Chelsea, pemain berpaspor Inggris ini hanya tampil di 15 laga. Lebih lanjut, ia merasa sulit untuk menembus ke Starting XI.

Ia kurang mendapat waktu bermain, tak seperti yang dialaminya saat bertugas di Man City. Kondisi ini tentu saja pada akhirnya berdampak pada karier internasional Phillips. Ia gagal mendapat tempat di skuad Inggris untuk Piala Dunia 2006. Ia pun akhirnya meninggalkan Stamford Bridge untuk bergabung kembali dengan mantan klubnya, Man City.

3. Hernan Crespo

Di urutan ketiga, ada nama Hernan Crespo yang turut merasakan penurunan karier saat bergabung ke Chelsea. Crespo dulunya adalah pemain sepakbola paling mahal di dunia, menyusul rekor transfer senilai 35 juta poundsterling ke Lazio dari Parma pada 2000. Crespo telah mencetak 80 gol dalam empat musim bersama Parma.

Hernan Crespo

Tetapi, pemain berpaspor Argentina itu gagal memenuhi harapan karena Lazio tidak mampu mempertahankan mahkota domestik mereka. Lazio akhirnya memberikan Crespo ke Inter Milan karena masalah keuangan. Chelsea mendekati sang penyerang setahun kemudian dan Crespo memutuskan pindah ke Stamford Bridge.

Setelah Jose Mourinho tiba di Chelsea, Crespo dipinjamkan ke AC Milan. Crespo mengalami musim yang hebat, memenangkan Liga Champions dan mencetak dua gol di final melawan Liverpool. Tetapi, saat kembali ke Chelsea, dia tidak mendapat banyak waktu bermain. Kondisi ini membuatnya angkat kaki pada 2008 saat berakhirnya kontraknya.

2. Andriy Shevchenko

Selain tiga nama tersebut, Andriy Shevchenko juga turut mencicipi kondisi penurunan karier saat berlabuh ke The Blues. Padahal, dia adalah salah satu striker paling mematikan di masanya. Pada masa kejayaannya, dia adalah pemain hebat di depan gawang. Pemain berpaspor Ukraina itu sangat dikagumi di AC Milan dan memenangkan Ballon dOr pada 2004.

Andriy Shevchenko

Shevchenko memiliki sejumlah prestasi luar biasa atas namanya dan menjadi pencetak gol tertinggi ketiga di Liga Champions pada saat itu. Dengan kondisi ini, Chelsea pun memburu Shevchenko dan berhasil mendapatkan jasanya setelah menebus dengan mahar 30,8 juta poundsterling.

Tapi, Shevchenko gagal memenuhi ekspektasi tinggi. Dia mencetak 14 gol dalam 51 penampilan di musim debutnya di klub. Dia tidak dapat melanjutkan bentuk apiknya yang telah membuatnya menjadi salah satu striker paling ditakuti di benua ini.

1. Fernando Torres

Terakhir, ada nama Fernando Torres. Karier Torres juga turut menurun saat berlabuh ke Chelsea. Padahal, dia datang dengan citra sebagai striker yang sensasional saat direkrut The Blues . Ia bahkan menjadi kapten Atletico Madrid pada usia 19 tahun.

Fernando Torres

Torres membangun kemitraan yang tangguh dengan legenda Liverpool, Steven Gerrard. di Anfield. Meskipun pasangan itu tidak memenangkan cukup banyak trofi, kemitraan mereka adalah salah satu yang paling terkenal dalam sejarah Liga Inggris. Chelsea pun tertarik dengan sosok Torres dan merekrutnya pada 2011.

Torres datang dengan memecahkan rekor transfer saat itu sebesar 50 juta poundsterling. Ia menjadi pemain termahal dalam sejarah Liga Inggris. Tapi, Torres tak bisa banyak mencetak gol sehingga memantik kemarahan penggemar Chelsea. Ia mengalami masa yang menyedihkan hingga merusak reputasinya sebagai striker kelas dunia. Dalam 172 penampilan, ia hanya mencetak 45 gol untuk Chelsea.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini