“Komite ilmuwan meminta perubahan terkait protokol FIGC. Contohnya, jika ada kasus positif selama latihan, semua pemain dan staf pelatih harus dikarantina tanpa kontak eksternal. Tim dokter klub harus bertanggung jawab pada implementasi protokol tersebut,” ucap Vincenzo Spadafora, dikutip dari Football Italia, Selasa (12/5/2020).
“Kami juga menekankan bahwa biaya tes molekular harus ditanggung oleh klub, bukan dari dana publik. Jika FIGC menerima usulan perubahan ini, sesi latihan tim bisa dimulai kembali,” tukas politikus Partai Bintang Lima Italia itu.
(Ramdani Bur)