SEMARAK sepakbola dunia sudah kembali sepanjang satu pekan belakangan. Setelah Liga Korea Selatan, Liga Jerman 2019-2020 akan kembali bergulir usai jeda panjang. Bundesliga menjadi kompetisi domestik pertama yang hidup lagi di tengah pandemi virus Corona Covid-19.
Sebelum liga-liga Eropa terhenti akibat pandemi, ada beberapa klub yang mencuat sebagai kejutan pada musim 2019-2020. Lima kesebelasan tersebut tidak diprediksi sebelumnya untuk merangsek ke papan atas, bahkan ada yang sedang bertarung menuju gelar juara.
Baca juga: Tanpa Penonton, Dortmund vs Schalke Tetap Panas
Berikut lima kesebelasan yang tampil mengejutkan musim ini, dilansir dari Sportskeeda, Senin (11/5/2020).
5. Lazio
Anak asuh Simone Inzaghi benar-benar mengejutkan pada Liga Italia 2019-2020. Pasalnya, hingga pekan kelima menghadapi Inter Milan, Lazio masih berkutat di papan tengah dengan hasil dua menang, satu seri, dan dua kalah. Namun, setelah itu Ciro Immobile dan kolega melesat.

Lazio tidak terkalahkan dalam 21 pertandingan berikutnya. Gli Aquilotti mampu mencatatkan 17 kali menang dan empat seri dalam periode tersebut hingga Serie A 2019-2020 dihentikan pada pekan 26. Alhasil, mereka nangkring di peringkat dua dengan koleksi 62 poin, hanya selisih satu dari Juventus sang pemuncak.
Lesatan Lazio itu sungguh di luar dugaan. Sebab, banyak pihak menilai Inter Milan bakal menjadi penantang kuat Juventus. Namun, justru pasukan berkostum biru langit dari Ibu Kota Roma yang menantang Si Nyonya Tua dengan gagah berani.
4. Getafe
Kiprah Getafe di Liga Spanyol 2019-2020 tidak kalah mengejutkan. Los Azulones sanggup merangsek ke papan atas dengan menghuni peringkat lima. Skuad arahan Pepe Bordalas itu masih dalam jalur yang tepat guna memperebutkan satu tempat ke Liga Champions musim depan.

Performa Getafe benar-benar mencuri perhatian. Betapa tidak, klub asal Ibu Kota Madrid itu baru saja promosi ke kasta tertinggi pada 2017-2018. Pada musim pertama promosi, Getafe sanggup menduduki peringkat delapan pada klasemen akhir musim.
Prestasi mereka musim lalu bahkan lebih fenomenal, yakni peringkat lima akhir klasemen. Ketika berlaga di kancah benua, Getafe sukses menyingkirkan Ajax Amsterdam dari babak 32 besar Liga Eropa 2019-2020! Pertahanan kuat menjadi kunci keberhasilan anak asuh Pepe Bordalas di semua kompetisi.
3. AZ Alkmaar
Liga Belanda 2019-2020 boleh saja dihentikan lebih dini. Protes dan keluhan dari Ajax Amsterdam yang gagal dinobatkan sebagai juara lebih sering menghiasi media. Namun, perhatian tidak boleh luput dari AZ Alkmaar.

Kesuksesan sudah dirintis AZ Alkmaar sejak musim 2018-2019. Skuad arahan John van den Brom itu sukses menduduki peringkat empat pada klasemen akhir. Kali ini, Jordy Clasie dan kawan-kawan berhasil mengerek posisi hingga menjadi runner-up di bawah Ajax Amsterdam.
Resep sukses The Cheeseheads tidak lain dan tidak bukan adalah mengandalkan pemain muda. Myron Boadu, Calvin Stengs, Teun Koopmeiners, adalah beberapa nama yang menjadi kejutan musim ini. Bukan tidak mungkin, salah satu dari ketiga pemain itu akan direkrut oleh tim besar Eropa.
2. Union Berlin
Menyebut nama Ibu Kota Jerman, yang terlintas hampir pasti adalah klub Hertha Berlin. Namun, ada satu klub lain di ibu kota, yakni Union Berlin. Klub yang satu ini mencuri perhatian tersendiri karena dimiliki oleh para penggemar, bukan sosok tunggal.

Berstatus sebagai tim promosi, Union Berlin saat ini masih menghuni peringkat 11 klasemen sementara Liga Jerman 2019-2020. Namun, koleksi 30 poin mereka hanya berselisih tujuh dengan Schalke 04 di peringkat enam yang menjamin kelolosan ke kompetisi Eropa.
Lebih hebat lagi, skuad asuhan Urs Fischer itu tidak diperkuat oleh nama-nama besar. Die Eisernen paling banter hanya memiliki Neven Subotic yang pernah membela Borussia Dortmund, serta Felix Kroos, yang merupakan adik dari Toni Kroos.
1. Sheffield United
Berstatus sebagai tim promosi, Sheffield United nyatanya mampu bersaing di jalur perebutan kompetisi Eropa. The Blades untuk sementara duduk di peringkat tujuh dengan nilai 43 dari 28 pertandingan. Mereka hanya berselisih lima angka dengan Chelsea di peringkat empat, tetapi memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Kiprah ciamik Sheffield United tidak bisa dilepaskan dari nama Chris Wilder. Pria berkebangsaan Inggris itu merupakan mantan pemain sekaligus seorang penggemar berat Sheffield United. Lelaki berusia 52 tahun itu kini menjadi pesaing utama Jurgen Klopp untuk gelar Manajer Terbaik Tahun Ini.
Skuad Sheffield United bahkan tidak dihuni nama besar. Namun, mereka sanggup menggaet Sander Berge yang merupakan incaran Man United dan Liverpool pada Januari lalu. Patut dinanti apakah Sheffield United sanggup bertahan di 10 besar pada akhir musim atau tidak.
(Ramdani Bur)