Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Rekor di Sepakbola yang Sulit Dipecahkan, Nomor 2 Paling Sukar

Ramdani Bur , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2020 |10:57 WIB
5 Rekor di Sepakbola yang Sulit Dipecahkan, Nomor 2 Paling Sukar
Wujud skuad Real Madrid yang memenangkan lima trofi Liga Champions. (Foto: Istimewa)
A
A
A

SEMENJAK sepakbola modern muncul pada 1840-an, sejumlah rekor pun muncul. Sejumlah rekor yang dibuat sebenarnya mampu dipecahkan pesepakbola atau tim lain. Ambil contoh soal koleksi trofi Ballon dOr. Awalnya, banyak yang meragukan ada pesepakbola yang mampu memenangkan tiga trofi Ballon dOr layaknya Johan Cruyff.

Namun, hanya dalam 11 tahun setelah Cruyff meraih tiga trofi Ballon dOr, Michel Platini mampu melakukannya. Bahkan, Platini meraihnya dalam tiga tahun beruntun, tepatnya pada 1983, 1984 dan 1985. Bagaimana dengan saat ini? Koleksi trofi Platini dan Cruyff kalah jauh dari pesepakbola tersukses, yakni Lionel Messi yang memenangkan enam trofi Ballon dOr.

Hanya saja, rekor Messi bisa saja disalip atau disamai sang rival abadi, Cristiano Ronaldo, yang telah memenangkan lima trofi Ballon dOr. Meski begitu, ada sejumlah rekor di sepakbola yang sulit dipecahkan jika melihat sengitnya persaingan di persepakbolaan profesional. Apa saja?

Berikut 5 rekor di sepakbola yang sulit dipecahkan:

5. Real Madrid Juara Piala/Liga Champions 5 Musim Beruntun

Stadion Alfredo Di Stefano

(Di Stefano bantu Madrid lima kali juara Liga Champions)

Real Madrid membuat catatan istimewa di awal-awal penyelenggaraan Piala/Liga Champions. Saat itu, Los Blancos –julukan Madrid– menjadi kampiun di lima musim penyelenggaraan awal, tepatnya pada 1955-1956, 1956–57, 1957–58, 1958–59 dan 1959–60.

Sejak saat itu, tak pernah ada lagi tim Eropa yang mampu mengikuti kesuksesan Madrid. Hanya ada dua tim yang mampu mendekati pencapaian Madrid yakni Bayern Munich dan Ajax Amsterdam yang tiga kali juara beruntun. Bayern melakukannya dari 1974-1976, sedangkan Ajax dari 1971-1973.

Madrid era Cristiano Ronaldo pun sempat juara tiga musim beruntun dari 2016-2018. Berhubung kompetisi saat ini sangatlah ketat, sulit bagi klub mana pun untuk mengikuti jejak sukses Madrid pada 1950-an.

4. Just Fontaine (13 Gol dalam 1 Piala Dunia)

Just Fontaine

Miroslav Klose (Jerman) saat ini tercatat sebagai top skor Piala Dunia sepanjang masa dengan koleksi 16 gol. Hanya saja koleksi 16 gol itu dilalui Klose melalui 24 pertandingan yang terhampar dari empat Piala Dunia (2002, 2006, 2010 dan 2014). Pencapaian terbaik Klose di satu Piala Dunia hanyalah lima gol, tepatnya pada 2002 dan 2006.

Jumlah itu kalah jauh dari bomber Prancis di Piala Dunia 1958, Just Fontaine. Kala itu hanya dari enam pertandingan, Fontaine mengoleksi 13 gol! Jika dirata-rata, Fontaine mencetak 2,17 gol per pertandingan. Hanya saja, gol-gol dari Fontaine tidak cukup membantu Prancis juara Piala Dunia setelah disingkirkan Brasil di semifinal.

Selain Fontaine, siapa pencetak gol terbanyak dalam satu Piala Dunia? Di bawah Fontaine ada Sandor Kocsis yang mencetak 11 gol dari lima penampilan bersama Hungaria di Piala Dunia 1954.

3. Sir Alex Ferguson, Pelatih dengan Trofi Terbanyak

Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson selama 39 tahun (1974-2013) berprofesi sebagai pelatih. Dalam kurun waktu tersebut, Fergie –sapaan akrab Ferguson– mengoleksi 48 trofi! Dari 48 trofi, 38 di antaranya dimenangkan bersama Manchester United dari 1986-2013. Dari 38 trofi bersama Man United, 13 di antaranya merupakan gelar Liga Inggris.

Koleksi 48 trofi membuat Ferguson menduduki posisi teratas sebagai pelatih dengan koleksi trofi terbanyak. Ia unggul 14 trofi dari Mircea Lucescu (34) di posisi kedua. Sementara itu, pelatih aktif yang mendekati pencapaian Ferguson adalah juru taktik Manchester City, Josep Guardiola. Semenjak mentas sebagai pelatih pada 2007, Guardiola telah memenangkan 29 trofi.

2. Penonton Terbanyak di Stadion

Stadion Maracana

(Stadion Maracana, venue final Piala Dunia 1950)

Stadion Maracana tercatat menjadi arena yang paling banyak dipadati suporter. Saat mengelar final Piala Dunia 1950 yang mempertemukan tuan rumah Brasil vs Uruguay, tercatat ada 173.830 yang hadir (Namun, data sebenarnya ada lebih dari 220 ribu suporter yang hadir kala itu).

Lantas, kenapa jumlah suporter di atas sulit terealisasi saat ini? Sekadar informasi, Federasi Sepakbola (FIFA) menginstruksikan seluruh pengelola stadium untuk memperhatikan jumlah kapasitas penonton demi keselamatan suporter.

Karena itu, mayoritas stadion yang awalnya memiliki kapasitas di atas 100 ribu penonton, dikurangi menjadi puluhan ribu penonton. Salah satunya adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno yang kini hanya memiliki 78.000 kursi penonton.

1. Gol Terbanyak dalam 1 Tahun Kalender Masehi

Lionel Messi

Lionel Messi (Barcelona) tampil tajam dari Januari hingga Desember 2012. Saat itu, La Pulga –julukan Messi– mencatatkan 91 gol, melewati rekor yang sebelumnya selama 40 tahun dipegang legenda Bayern Munich dan Tim Nasional Jerman, Gerd Muler (85 gol).

Dari 91 gol itu, Messi mencetak 59 gol di Liga Spanyol, Copa del Rey (5), Liga Champions (13), Piala Super Spanyol (2) dan bareng Timnas Argentina (12). Mengingat kompetisi persepakbolaan profesional semakin sengit dari tahun ke tahun, butuh usaha ekstra untuk melewati rekor yang dicetak Messi pada 2012.

(Fetra Hariandja)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement