MALANG – Wabah virus corona berdampak ke seluruh bidang, tak terkecuali kompetisi persepakbolaan Indonesia yang terpaksa dihentikan sementara waktu (ditangguhkan hingga 29 Mei 2020). Alhasil, sejumlah pesepakbola pun melewatkan hari-hari tanpa kompetisi.
Namun, ada sisi positif dari ditangguhkannya kompetisi. Hal itu membuat para pemain lebih banyak berada di rumah, sehingga bisa berkumpul bersama keluarga, terlebih di bulan suci Ramadhan seperti saat ini. Salah satu pemain muda Arema FC, Vikrian Akbar, mengakui ada yang berbeda dengan pelaksanaan Ramadhan kali ini yang lebih banyak dihabiskan di rumah.
“Kalau dulu ada acara ngopi atau bukber (buka bersama) di luar, sekarang semuanya di rumah bersama keluarga,” ungkap pemain yang akrab disapa Vian ini, melalui pesan singkatnya, Senin 27 April 2020.
Ia mengungkapkan semenjak kompetisi persepakbolaan dihentikan dan pemerintah mengajurkan untuk tetap berada di rumah, membuatnya ia lebih banyak beraktivitas di rumah. Bahkan pemain yang masih menempuh perkuliahan di Universitas Brawijaya itu juga melakukan kuliah online di rumah.
Vian hanya keluar rumah saat sore hari untuk melakukan aktivitas latihan di lapangan dekat rumahnya di Kepanjen, Kabupaten Malang. Berhubung jarang berkumpul dengan rekan-rekannya, Vian mengaku menjadi lebih berhemat.
“Sebelum buka itu latihan sebentar di lapangan dekat rumah, tapi setelah itu kembali di rumah. Kalau bagi saya memang banyak hematnya sekarang, karena semua dilakukan di rumah,” bebernya.
BACA JUGA: Manajemen Arema FC Bicara Imbas Virus Corona kepada Sepakbola Tanah Air
Aktivitas di rumah saja juga dilakukan gelandang Persebaya Surabaya Bayu Nugroho. Pemain kelahiran Surakarta itu mengaku Ramadhan tahun ini lebih banyak waktu dihabiskan bersama keluarga di rumah.

(Bayu Nugroho (kiri) berlatih sebelum adanya pandemi virus corona)