MALANG – Imbas adanya pandemi Covid-19 atau virus corona menyebabkan Liga 1 2020 terpaksa ditangguhkan. Akibat kompetisi ditangguhkan, sama juga mematikan industri sepakbola di Indonesia.
General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo mengatakan, virus corona kali ini berdampak cukup dahsyat bagi persepakbolaan Indonesia. Bahkan pria kelahiran Madiun ini menilai corona mematikan industri sepakbola Tanah Air, mengingat klub kehilangan pemasukan karena tak ada pertandingan.

“Secara industri, pandemi Covid ini sangat berdampak lah bagi sepakbola Indonesia,” ujar Ruddy melalui pesan singkatnya pada Senin (27/4/2020).
Menurutnya hampir semua tim di Indonesia mengalami apa yang dirasakan Arema FC, yakni seretnya pemasukan dari tiket, penjualan merchandise, dan lain-lain. “Saya kira hampir semua klub hampir mengalami hal yang sama, seperti tiket, merchandise, dan lainnya kan jadi macet tidak ada pemasukan,” bebernya.
BACA JUGA: Kemenangan Persib atas Arema FC Jadi yang Terfavorit bagi Robert
Kerjasama dengan sponsor juga disebut Ruddy mengalami perubahan, meskipun tidak sampai ada pemutusan kerjasama. “Ada pengaruh pada pencairan dana. Mereka pun pasti menunggu perkembangan situasi ini,” ucapnya.