“Saya pikir saat itu kami unggul 20 atau 21 poin dari Liverpool di Liga Inggris. Namun, di Liga Champions kami justru kalah dari mereka. Mourinho bahkan tidak bisa menyebut nama Liverpool. Saat itu, ia mengganti kata Liverpool dengan kata ‘ini’,” kata Terry mengutip dari The Sun, Jumat (24/4/2020).
“Itu merupakan bentuk frustrasi Mourinho kepada Liverpool. Liverpool selalu menemukan cara untuk menyelesaikan pertandingan di ajang besar seperti Liga Champions,” lanjut Terry.
Ironisnya, dua musim berselang Chelsea lagi-lagi disingkirkan Liverpool di semifinal Liga Champions. Setelah agregat sama kuat 1-1, Liverpool menang adu penalti atas Chelsea dengan skor 4-1.
(Ramdani Bur)