Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terlalu Berisiko Liga Italia 2019-2020 Dimulai 4 Mei

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 09 April 2020 |14:18 WIB
Terlalu Berisiko Liga Italia 2019-2020 Dimulai 4 Mei
Skuad Inter Milan (Foto: Inter Milan)
A
A
A

MILAN – Kepala Tim Medis Inter Milan, Professor Piero Volpi, menilai terlalu riskan untuk melanjutkan Liga Italia 2019-2020 pada 4 Mei mendatang. Ia menyarankan agar evaluasi menyeluruh soal keadaan di Italia perlu dilakukan pada akhir April 2020 sebelum mengambil keputusan.

Seperti diketahui, Italia menjadi negara terparah kasus penyebaran virus Corona Covid-19 di dunia, mengalahkan China. Lebih dari 130 ribu kasus positif Covid-19 tercatat di Italia dengan korban tewas mencapai 17.669 orang.

Baca juga: Posisi Bermain Lionel Messi Bersama Inter Milan

Serie A direncanakan bergulir kembali pada 4 Mei 2020

Kendati demikian, Italia terus melaporkan penurunan kasus positif virus Corona Covid-19 setiap harinya. Situasi tersebut membuat Lega Calcio, operator Serie A, optimis kompetisi dapat dilanjutkan pada 4 Mei mendatang.

Pendapat berbeda disampaikan oleh Professor Piero Volpi. Menurutnya, risiko penyebaran virus Corona Covid-19 masih cukup tinggi di Italia. Diperlukan adanya evaluasi menyeluruh pada akhir April 2020 sebelum menentukan dimulainya kembali liga.

“Ini adalah keadaan darurat yang tidak bisa menyebabkan penalaran dalam jangka panjang, juga menengah. Kita tidak bisa menetapkan tanggal sekarang dan harus memikirkannya dalam waktu yang sempit,” tutur Professor Piero Volpi, dinukil dari Football Italia, Kamis (9/4/2020).

“Dalam kasus 4 Mei, misalnya, hanya mungkin untuk mengevaluasi dengan kepastian pada akhir April 2020, untuk melihat apakah semua sudah memungkinkan. Kita berbicara soal kesehatan. Risikonya sangat besar. Nyawa banyak orang dipertaruhkan di sini,” pungkas pria berkebangsaan Italia itu.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement