Pemberontakan yang dipimpin Jose Ramon Alexanko itu terjadi karena presiden Nunez telah berbuat sewenang-wenang kepada mereka. Saat itu, Nunez memotong gaji pemain Barcelona, ketidakjelasan kontrak pemain dan pembayaran pajak yang tidak transparan. Alhasil, Jose Ramon Alexanko dan kawan-kawan bersuara.
“Kami kehilangan kepercayaan kepada presiden. kami merasa benar-benar ditipu oleh presiden. Presiden tidak menghormati suporter. Barcelona merupakan klub bersejarah, namun saat ini tidak diisi orang-orang yang memiliki rasa manusiawi. Kesimpulannya, saya meminta presiden mengundurkan diri dari jabatannya,” kata Jose Ramon dalam pernyataan yang dibacakan, mengutip dari Marca, Kamis (2/4/2020).
Hanya saja, petisi di atas tidak membuahkan hasil. Nunez tetap memimpin Barcelona. Akibatnya, 14 pemain yang berseberangan dengan visi Nunez memutuskan meninggalkan Estadio Camp Nou pada musim panas 1988.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.