BARCELONA – Barcelona telah secara resmi merekrut Martin Braithwaite dari Leganes dengan tebusan 18 juta euro atau sekira Rp268 miliar. Meski demikian, transfer tersebut justru mendapat cibiran dari sejumlah pihak, termasuk dari Direktur Umum Leganes, Martin Ortega.
Perekrutan yang dilakukan Barca tersebut sejatinya sudah mendapat izin dari Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF). Pasalnya, dalam peraturan yang mereka buat, sebuah klub diperbolehkan melakukan perekrutan pemain di luar masa bursa transfer jika memang benar-benar mendesak.
Baca juga: Penyebab Barcelona Bisa Rekrut Martin Braithwaite meski Bursa Transfer Ditutup

Dalam kasus Barca, mereka membutuhkan striker anyar setelah Ousmane Dembele dan Luis Suarez dipastikan absen panjang. Maka dari itu, Blaugrana menggaet Braithwaite dengan mengaktifkan klausul penebusan striker berpaspor Denmark tersebut.
Bisa dibilang, Barca memaksa Braithwaite keluar secara paksa. Hal inilah yang kemudian dipermasalahkan pihak Leganes. Sebab, Leganes tidak diperbolehkan membeli pemain baru setelah kehilangan Braithwaite. Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu, bahkan mengakui bahwa hal ini sebenarnya tak adil untuk Leganes.
“Kami telah membayar klausul mengikuti peraturan, meskipun kami percaya bahwa itu harus direvisi karena tidak adil bahwa Leganes sekarang tidak dapat merekrut siapa pun,” tutur Bartomeu, seperti dilansir dari Goal, Jumat (21/2/2020).
“Setelah menganalisis pemain yang berbeda, kami memilih Martin. Kami percaya itu akan membantu kami memenangkan dua gelar yang tersisa. Saya sangat gembira dengan kedatangan pemain baru dan kami berharap dia akan membantu kami di liga yang ingin kami menangi dan itu sangat terbuka. Dia akan memberi kami kekuatan,” sambungnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)