BOGOR – Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak, memberikan komentar soal kartu merah yang didapat salah satu anak asuhannya, yakni Wiljan Pluim. Bojan mengaku heran dengan keputusan wasit yang memberikan hukuman kartu merah kepada Pluim.
Sebagaimana diketahui, Pluim memang menjadi pemain yang turun sejak menit awal di laga PSM kontra Lalenok United. Pluim sendiri bermain menjanjikan dalam mengawal lini tengah skuad Juku Eja –julukan PSM– pada laga tersebut.
Baca Juga: Singkirkan Lalenok, PSM Lolos ke Babak Grup Piala AFC 2020
Akan tetapi sayangnya, Pluim harus menyudahi laga lebih awal lantaran mendapatkan akumulasi kartu merah di menit ke-34. Beruntungnya meski bermain dengan 9 pemain – usai Muhammad Arfan dikartumerah pada menit ke-58, PSM tetap bisa memenangkan laga kontra Lalenok dengan skor 3-1 (agregat 7-2).
Seusai laga kontra Lalenok, Bojan lantas memberikan komentar soal kartu merah yang didapatkan oleh Pluim. Pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut mengaku kesal dengan keputusan dari wasit yang memimpin laga, yakni Hassan Akrami asal Iran.
“Saya di sepakbola 35 tahun bisa bilang bahwa wasit yang terbaik tak terlihat di pertandingan. Saya bilang begini sebagai kiasan. Dua kartu kuning dalam waktu lima detik, setelah ditendang,” ucap Bojan seusai laga PSM vs Lalenok di Stadion Pakansari, Rabu 29 Januari 2020.
Baca Juga: PSM Makassar Tergabung di Grup H Piala AFC 2020
Selain mengomentari kartu merah Pluim, Bojan juga memberikan analisis soal performa anak-anak asuhannya secara keseluruhan di laga melawan Lalenok. Bojan mengaku cukup puas dengan performa PSM, walaupun ada beberapa aspek yang masih harus diperbaiki.
“Terkait jelannya pertandingan tadi (melawan Lalenok) pada 30 menit pertama kami bermain sangat baik, walau saya merasa masih bisa ditingkatkan. Kondisi kami lebih baik dari pertemuan pertama,” tuntas pelatih berusia 48 tahun tersebut.
(Ramdani Bur)