“Kami punya rata-rata tembakan, tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga yang gagal. Menurut pandangan saya, itu lebih karena persoalan mental dibandingkan yang lain. Saya sudah mengungkapkan masalah ini kepada para pemain,” tutur Maurizio Sarri, dilansir dari Football Italia, Rabu (30/10/2019).
“Kami akan menyiapkan menu latihan untuk membantu para pemain. Namun, kami juga butuh untuk lebih memiliki determinasi lagi di muka gawang. Kami masih memiliki pertahanan terbaik, tetapi liga ini sudah berubah. Rata-rata gol semua tim sudah meningkat sehingga kompetisi menjadi lebih bagus,” imbuh pria berusia 60 tahun itu.

Maurizio Sarri tidak asal bicara. Berkaca pada statistik di situs resmi Liga Italai, Juventus hanya melepaskan 105 tembakan dengan 59 di antaranya tepat sasaran. Itu berarti lini Si Nyonya Tua hanya mencatatkan rata-rata 10,5 tembakan per laga. Meski begitu, mereka cukup efisien dalam memanfaatkan peluang karena hanya membutuhkan 3,7 tembakan untuk mencetak satu gol.
(Fetra Hariandja)