“Sebuah pertandingan yang seimbang, tetapi anak-anak harus belajar untuk lebih sabar. Pada satu titik, kami mendominasi permainan bahkan sempat unggul,” tutur Fakhri Husaini, mengutip dari laman ASEAN Football, Minggu (18/8/2019).
“Akan tetapi, ini lah sepakbola. Kami bermain sangat bagus di grup, tetapi kami bukan robot. Kami tidak bisa berharap selalu mendapat hasil yang sama di setiap pertandingan,” imbuh pelatih asal Lhokseumawe itu.

Kesempatan menjadi kampiun di Piala AFF U-18 2019 memang sudah melayang. Akan tetapi, Bagus Kahfi dan kawan-kawan punya kans mempersembahkan gelar hiburan pada perebutan tempat ketiga, Senin 19 Agustus 2019 sore WIB menghadapi Myanmar.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.