nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atletico Madrid Bukan Lagi Tim Penggembira di Liga Spanyol 2019-2020

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 20:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 14 46 2091851 atletico-madrid-bukan-lagi-tim-penggembira-di-liga-spanyol-2019-2020-fk3ZiAnEul.jpg Atletico Madrid siap tampil maksimal di musim 2019-2020. (Foto: @Atleti)

AKTIVITAS jual beli pemain di Stadion Wanda Metropolitano, markas Atletico Madrid, tidak kalah sibuk dengan Bolsa de Madrid alias Bursa Efek Madrid. Dua tempat yang terpisah jarak 9 kilometer (km) itu ramai dengan hilir mudik uang sepanjang Juni-Juli 2019.

Uang senilai 311,1 juta Euro (setara Rp4,99 triliun) masuk ke kantong Atletico Madrid sepanjang musim panas. Sebanyak 243,5 juta Euro (senilai Rp3,91 triliun) dipakai untuk membeli pemain yang dirasa cukup untuk menambal lubang. Keuntungan 67,6 juta Euro (setara Rp1,08 triliun) pun diraup.

Atletico Madrid

Hilir mudik ratusan juta Euro itu dilakukan Atletico Madrid bukan tanpa alasan. Sebab, mereka harus kehilangan hingga 10 pemain di bursa transfer musim panas. Parahnya, beberapa nama termasuk dalam status pemain andalan seperti Antoine Griezmann, Diego Godin, Rodri, hingga Lucas Hernandez.

Hasil instan dari revolusi kecil itu sudah terlihat minimal di pertandingan-pertandingan pramusim. Atletico Madrid sukses menyapu bersih lima kemenangan dari lima pertandingan dalam waktu normal dengan dua di antaranya melawan tim berkategori berat, Real Madrid (7-3) dan Juventus (2-1).

BACA JUGA : 10 Tahun Terakhir, Trofi Piala Super Eropa Hampir Disikat Wakil Spanyol

Dua kemenangan tersebut tentu menunjukkan kalau Atletico Madrid tidak boleh lagi dianggap sebagai penggembira di Liga Spanyol 2019-2020. Runner-up Liga Spanyol musim lalu itu kini siap menegakkan kepala demi meruntuhkan hegemoni duopoli Barcelona dan Real Madrid.

Energi El Cholo

Diego Simeone

Liga Spanyol 2019-2020 akan menandai musim kesembilan Diego Simeone sebagai Pelatih Atletico Madrid. Seperti julukannya, El Cholo, rival sekota Real Madrid itu disulap menjadi tim yang penuh energi dan gairah, layaknya jelmaan Simeone saat aktif bermain.

Keberadaan Diego Simeone menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan para pemain anyar. Setidaknya hal itu diakui oleh Kieran Trippier dan Joao Felix. Sejumlah personel yang hengkang pun mengakui tangan dingin pelatih asal Argentina tersebut, salah satunya Antoine Griezmann.

Kebetulan, perolehan trofi Atletico Madrid melonjak seiring kehadiran Diego Simeone. Liga Spanyol 2013-2014, Liga Eropa 2011-2012 dan 2017-2018, serta Copa Del Rey 2012-2013 menjadi bukti kejeniusan pria berusia 49 tahun itu.

“Kami bukan lagi tim biasa. Kami akan maju dan berjuang untuk setiap trofi. Anak-anak berada dalam kondisi baik. Semua menunjukkan tekad dan komitmen untuk kejayaan klub,” ujar Diego Simeone mengenai musim baru nanti.

Optimisme Diego Simeone tentu didasarkan pada aktivitas bursa transfer Atletico Madrid yang terbilang positif. Selain meraup untung besar, Los Rojiblancos juga berhasil mendapat pengganti yang sepadan, belum lagi penggawa lama yang kian matang di bawah asuhannya.

Transfer Jitu

Kieran Trippier

Seperti sudah disinggung, pergerakan Atletico Madrid di bursa transfer musim panas 2019 cukup bagus. Pemain-pemain baru direkrut sesuai kebutuhan alias untuk menambal lubang yang ditinggalkan. Kecuali sayap dan penjaga gawang, semua lini dihuni pemain baru.

Kepergian Diego Godin ke Inter Milan disiasati dengan pembelian Mario Hermoso dari Espanyol dan Felipe dari FC Porto. Lubang di sisi kanan dan kiri ditutup dengan kedatangan Renan Lodi serta Kieran Trippier. Hilangnya Rodri diakali dengan pembelian Marcos Llorente dari Real Madrid serta Hector Herrera yang datang dengan gratis.

Di lini depan, Atletico Madrid mendatangkan Ivan Saponjic untuk melapis duet striker Alvaro Morata dan Diego Costa, serta memberi persaingan untuk Nikola Kalinic. Manuver-manuver tersebut sengaja diambil oleh Los Colchoneros demi menjaga kebugaran skuad di tengah jadwal padat.

Waktunya Raih Trofi

Atletico Madrid

Atletico Madrid mengakhiri musim 2018-2019 tanpa menggenggam trofi. Di Liga Spanyol, kalah bersaing dengan Barcelona, sementara di Liga Champions kandas oleh kegemilangan Cristiano Ronaldo bersama Juventus. Nasib di Copa del Rey pun nahas setelah kalah dari Girona di babak 16 besar.

Revolusi yang dilakukan Atletico Madrid tentu punya potensi untuk menghasilkan trofi di akhir musim. Khusus untuk Liga Champions, Koke dan kawan-kawan sepertinya masih harus memendam harapan, tetapi tidak demikian halnya dengan Liga Spanyol.

Pertahanan ketat akan kembali menjadi andalan Atletico Madrid di musim kesembilan Diego Simeone. Musim lalu, Jose Gimenez dan kolega punya jumlah kebobolan terbaik, yakni hanya 29 kali. Satu-satunya yang perlu diperhatikan adalah lini depan.

Koleksi gol Atletico Madrid memang hanya 55 buah sepanjang musim lalu, yang terkecil di antara tiga besar. Namun, Atletico Madrid asuhan Diego Simeone memang dikenal sebagai tim yang mengedepankan efektivitas dan efisiensi. Delapan dari 22 kemenangan bahkan diraih hanya dengan mencetak satu gol.

Performa tandang Atletico harus ditingkatkan musim depan. Pada edisi lalu, mereka hanya tujuh kali menang, imbang tujuh kali, serta menelan lima kekalahan di markas lawan. Total, Atletico cuma mengambil 28 poin dari nilai maksimal 57 di partai tandang. Bukan tidak mungkin, performa tandang itu bakal menjadi pengganjal ambisi merengkuh trofi Liga Spanyol.

Perlu diketahui, rekor Atletico Madrid dan Barcelona yang menjadi kampiun musim lalu identik bila hanya menghitung performa di kandang. Keduanya sama-sama mengemas 48 poin dari 15 kali menang, tiga imbang, dan satu kalah. Akan tetapi, Blaugrana sukses meraup 39 poin dengan rincian 11 menang, enam imbang, dan dua kali kalah.

Soal formasi dan strategi, Atletico Madrid tidak akan banyak berubah musim depan. Efektivitas serangan balik akan kembali diandalkan. Formasi kesukaan Diego Simeone, 4-4-2, juga tetap dipakai. Modifikasi mungkin terjadi pada sektor winger.

Formasi dasar memang 4-4-2, tetapi biasanya berubah menjadi 4-2-2-2 dengan komposisi dua gelandang bertahan dan dua gelandang serang. Dengan keberadaan Joao Felix, maka kemungkinan komposisi menjadi dua gelandang tengah dan dua sayap.

Prakiraan starting line-up Atletico Madrid untuk musim 2019-2020

Atletico Madrid (4-4-2): Jan Oblak; Kieran Trippier, Mario Hermoso, Jose Gimenez, Renan Lodi; Joao Felix, Koke, Saul Niguez, Thomas Lemar; Alvaro Morata, Diego Costa

Pelatih: Diego Simeone

Stadion: Wanda Metropolitano

Kapasitas: 67.829 tempat duduk

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini