Sempat terjadi aksi dorong antara suporter dengan pihak keamanan tim yang meminta Bonek untuk memberi jalan supaya bus pemain dan ofisial bisa keluar stadion, namun tak dihiraukan.
"Kami jujur kecewa dengan Djanur, taktik yang diterapkan kurang cocok bagi tim. Saya kira manajemen nanti bisa melihatnya," ujar seorang Bonek, Wisnu Pamuji.

Di sisi lain, manajemen Bajul Ijo -julukan Persebaya- membantah bila desakan suporter menjadi dasar didepaknya Djanur dari kursi pelatih kepala.
"Bukan itu (tekanan suporter). Kami sudah evaluasi, sampaikan evaluasi sebelum laga kemarin (lawan Madura United). Dan kami juga memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Ternyata, beberapa laga tak kunjung meraih hasil yang memuaskan," tegas Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyu, kepada Okezone, Minggu (11/8/2019).
Pasca-kepergian Djanur, Bejo Sugiantoro dipercaya menempati posisi sebagai caretaker alias pelatih sementara yang memimpin tim menjelang duel klasik melawan Arema FC pada Kamis 15 Agustus 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Djanur sendiri diklaim manajemen Persebaya sudah menerima keputusan dan mengaku bertanggung jawab 100 persen terhadap kemerosotan prestasi Ruben Sanadi cs.
(Djanti Virantika)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.