SAPU bersih enam kemenangan (satu lewat adu penalti) dari enam laga pramusim memunculkan harapan baru untuk segenap pendukung Manchester United. Walau hanya berstatus laga-laga uji coba, setidaknya momentum positif sudah dibangun.
Momentum positif tersebut amat dibutuhkan oleh skuad Man United untuk mengembalikan harkat dan martabat sebagai salah satu tim besar di Inggris. Betapa tidak, Setan Merah pada musim 2018-2019 hancur lebur jika tidak mau dikatakan terpuruk.

(Man United hancur lebur di musim 2018-2019)
Finis di peringkat enam, gagal masuk Liga Champions, dan nihil trofi tentu adalah sebuah aib untuk penguasa Liga Inggris pada dekade 1990 dan awal 2000 tersebut. Capaian musim lalu nyaris menyamai rekor buruk pada musim 2013-2014, bedanya, Man United finis setingkat lebih baik.
BACA JUGA: Gaet Maguire yang Berkepala Besar, Man United Rusak Aturan Klub
Resurrection atau kebangkitan dari kematian kecil menjadi misi utama yang diusung, tidak hanya oleh Marcus Rashford dan kawan-kawan, tetapi juga sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer. Pria berkebangsaan Norwegia itu diharapkan sekali lagi menjadi supersub seperti saat bermain dulu.