PARIS – Kapten Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt, merupakan salah satu pemain yang diperebutkan sejumlah klub elite Eropa pada bursa transfer musim panas 2019. Tercatat nama-nama seperti Barcelona, Paris Saint-Germain (PSG), dan Juventus saling bersaing sengit untuk bisa merekrut bek 19 tahun itu.
Menurut laporan dari sejumlah sumber, pada akhirnya Juve yang memenangkan perburuan tersebut. Pasalnya, Juve adalah klub yang mau menuruti permintaan gaji De Ligt yang terbilang tinggi. Sementara itu, PSG mengundurkan diri dari perburuan karena gaji yang diminta De Ligt dianggap sudah tidak wajar.
(Baca juga: Ini Warisan yang Dijanjikan Maurizio Sarri kepada Juventus)

Hal itu pun kemudian mendapat pandangan sinis dari pemenang Piala Dunia 1998, Christophe Dugarry. Pada awalnya, Dugarry mengaku memiliki kekaguman terhadap De Ligt. Karena di usianya yang masih muda, ia mampu memimpin Ajax menjuarai Liga Belanda dan melangkah jauh hingga semifinal di pentas Liga Champions.
Kendati demikian, kini Dugarry dibuat tidak senang lantaran sikap De Ligt yang mata duitan. Menurutnya mentalitas De Ligt yang terpaku pada uang akan membuat bek asal Belanda itu mengalami kesulitan di kemudian hari dan potensinya malah tidak berkembang.
“Apa idenya? Apa yang terjadi di kepala Anda? 12, 13, 14 atau 15 juta euro? Pada titik tertentu, perubahan apa? Anda akan memiliki satu mobil lagi, 50 meter persegi lebih di apartemen, 10 meter lebih banyak untuk kapal Anda. Jika itu murni pilihan finansial, saya berhenti, itu membuat saya ingin muntah. De Ligt, dia sangat bagus, namun dengan mentalitas seperti itu, itu tidak akan bertahan lama, itu tidak mungkin,” ujar Dugarry, mengutip dari Daily Mail, Sabtu (29/6/2019).

“Saya mengucapkan selamat kepada presiden (PSG), memberi selamat kepada Leonardo, memberi selamat kepada mereka yang mengambil keputusan (tidak menebus De Ligt). Saya bosan dengan sepakbola baru ini,” tandasnya.
(Fetra Hariandja)