Jelang Hadapi Afghanistan di Semifinal Piala Asia Futsal U-20, Indonesia Belajar dari Iran

Ramdani Bur, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 20 51 2068721 jelang-hadapi-afghanistan-di-semifinal-piala-asia-futsal-u-20-indonesia-belajar-dari-iran-q5vI1uX5YU.jpg Timnas Futsal Indonesia U-20 siap hadapi Afghanistan di semifinal Piala Asia U-20 2019. (Foto: AFC)

TABRIZ – Asisten pelatih Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia U-20, Sayan Karmadi, mengaku banyak belajar dari Iran. Hal itu jelang Indonesia bersua Afghanistan di semifinal Piala Asia Futsal U-20 2019 yang digelar di Shahid Poursharifi, Tabriz, Kamis (20/6/2019) sore WIB.

Dalam pandangan Karmadi, gaya permainan Afghanistan tidak jauh berbeda dari Iran, yang mana mengandalkan skill permainan individu. Kebetulan, Indonesia sempat menghadapi Iran saat turun di turnamen invitasi yang berlangsung di Taiwan pada pengujung April 2019.

Timnas Futsal Indonesia saat kalahkan Taiwan 6-3

Saat itu, Indonesia menang 3-1 atas Iran. Ditambah lagi, Indonesia juga sempat mengalahkan negara Asia Barat lain, Irak, tepatnya di matchday kedua Grup D Piala Asia Futsal U-20 2019.

BACA JUGA: Meski Telah Capai Target, Indonesia Tetap Bidik Gelar Juara Piala Asia Futsal U-20

Saat itu setelah melalui 2 x 20 menit pertandingan, Indonesia menang 2-1 atas Irak. Karena itu, dua kemenangan atas Iran dan Irak merupakan modal bagi Indonesia jelang menghadapi laga sengit kontra Afghanistan.

“Saya tahu beberapa pemain Afghanistan yang memiliki skill memukau. Sebut saja Ali Arab Zada dan Farzad Mahmoodi. Kami sempat menghadapi Iran di laga uji coba. Kami bisa katakan Afghanistan memiliki skill yang sama seperti pemain-pemain Iran. Karena itu, mungkin kami bisa mengantisipasi gaya permainan mereka, mengingat kedua tim memiliki karakteristik yang sama,” kata Karmadi mengutip dari laman AFC, Kamis (20/6/2019).

Timnas Futsal Afghanistan kuda hitam Piala Asia

(Timnas Futsal Afghanistan tidak bisa diremehkan)

Meski terkesan kuda hitam, Afghanistan tetaplah tim yang berbahaya. Hal itu ditunjukkan tim asuhan Abdul Razaq Momrak dengan mengalahkan salah satu kandidat juara, Thailand, dengan skor 3-2 di perempatfinal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini