MALANG - Kerusuhan yang terjadi di laga PSS Sleman vs Arema FC pada laga pembuka Liga 1 musim 2019 dinilai cukup merugikan oleh kubu tim tamu, Arema FC.
Kapten Arema FC, Hamka Hamzah menyayangkan kericuhan yang mewarnai laga tersebut, terlebih terjadi di bulan Ramadan dan laga pembuka Liga 1.
"Kami sebagai pemain sebenarnya ingin melihat perubahan sepak bola Indonesia ke arah lebih baik. Tetapi kita tidak bisa menyalahkan siapapun baik dari Aremania maupun Slemania. Namun, sangat disayangkan terjadi momen seperti itu. Apalagi saat ini merupakan bulan Ramadan," ujar Hamka Hamzah, saat ditemui di Malang.
Baca juga Dirumorkan Gabung Juventus, Icardi: Forza Inter!
Pria berumur 35 tahun ini, menjelaskan awalnya tidak ada indikasi akan terjadi kericuhan. Seperti biasa sebegai suporter tim tamu Aremania bernyanyi memberikan dukungan kepada tim sejak memasuki area Stadion Maguwoharjo.
"Saat kami pemanasan, mulai ada insiden pelemparan. Tetapi tidak tahu siapa yang memulai. Karena pemain memang tidak melihat. Setelah itu, mulai terjadi saling lempar sampai laga dihentikan," ujarnya.
Di sisi lain, saat laga dihentikan sempat terjadi pertemuan dengan PT LIB, Panpel dan perwakilan kedua tim. Saat bertemu tersebut Hamka meminta kepada semua pihak untuk tak menyalahkan salah satu pihak.

"Semua salah dan ini menjadi introspeksi untuk semuanya. Terutama untuk semua suporter di Indonesia, jangan sampai Liga 1 harus dihentikan," imbuhnya.
Sementara itu, penyerang Arema FC Sylvano Comvalius mengaku sangat sedih dengan kerusuhan yang terjadi di stadion. Kondisi tersebut diakuinya cukup mempengaruhi permainan di lapangan.
"Suporter datang ke stadion tentu untuk memberikan dukungan ke tim. Mereka seharusnya beradu kreatifitas dalam nyanyian dan chants buka dengan lemparan batu atau lainya. Tentu saja hal ini sangat mempengaruhi permainan di lapangan karena laga harus terhenti. Kejadian ini tidak bagus dan semoga saja di laga berikutnya atmosfer di stadion lebih baik," pungkasnya.
(Bagas Abdiel)