Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Pelajaran yang Dapat Diambil dari Liverpool Edisi 2018-2019

Ramdani Bur , Jurnalis-Selasa, 14 Mei 2019 |11:19 WIB
5 Pelajaran yang Dapat Diambil dari Liverpool Edisi 2018-2019
Virgil van Dijk dan Alisson, benteng pertahanan Liverpool. (Foto: @VirgilvDijk)
A
A
A

LIVERPOOL memang gagal menjuarai Liga Inggris 2018-2019. Akan tetapi, The Reds –julukan Liverpool– tetap layak mendapat apresiasi berkat keberhasilan mereka finis di posisi dua dengan koleksi 97 angka. Biasanya, koleksi 97 angka sudah cukup bagi sebuah tim untuk menutup musim dengan gelar juara.

Sementara itu di Liga Champions, Virgil van Dijk dan kawan-kawan di ambang gelar juara dengan akan menghadapi Tottenham Hotspur di partai puncak. Karena itu, Liverpool edisi 2018-2019 layak mendapat apresiasi dan ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari mereka. Apa saja?

Berikut 5 pelajaran yang dapat diambil dari Liverpool edisi 2018-2019:

5. Pembelian Pemain yang Tepat

Alisson Becker

Liverpool mendatangkan empat pemain pada bursa transfer musim panas 2019. Mereka ialah Xherdan Shaqiri, Fabinho, Naby Keita dan Alisson Becker. Pemain-pemain baru itu pun memberi sumbangsih tersendiri bagi Liverpool, terutama Alisson.

Meski 2018-2019 merupakan musim debutnya, ia langsung merebut golden glove setelah mencatatkan 21 clean sheet di Liga Inggris. Hadirnya Alisson juga untuk membantu Van Dijk yang sejak Januari 2018 membuat pertahanan The Reds menjadi lebih kukuh.

3. Sadio Mane Tampil di Luar Dugaan

Sadio Mane

Mane tampil di Liga Inggris sejak 2014-2015 dengan membela Southampton. Dua musim kemudian, winger asal Senegal itu memutuskan hengkang ke Liverpool. Di dua musim awal membela Liverpool (2016-2017 dan 2017-2018), Mane hanya mengoleksi 13 dan 10 gol di ajang Liga Inggris.

Akan tetapi untuk musim ini, Mane tampil luar biasa. Pemain yang mengenakan nomor punggung 10 itu mengoleksi 22 gol dari 36 penampilan. Sebanyak dua gol di antaranya diciptakan saat Liverpool menang 2-0 atas Wolverhampton Wanderers. Koleksi 22 gol mengantarkan Mane finis sebagai top skor Liga Inggris 2018-2019, bersanding bersama Mohamed Salah (Liverpool) dan Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal).

4. Van Dijk Pemain Terbaik Liga Inggris

Van Dijk

Liverpool hanya kemasukan 22 gol di Liga Inggris 2018-2019. Selain karena kemampuan Alisson, hal itu juga berkat andil Van Dijk. Pemain asal Belanda itu menghadirkan kekukuhan di lini belakang Liverpool.

Bagaimana tidak, dalam 38 pertandingan di Liga Inggris 2018-2019, tidak ada satu pun pemain lawan yang dapat melewati eks pemain Glasgow Celtic tersebut. bahkan, Van Dijk cukup produktif untuk ukuran pemain belakang, yakni mengoleksi empat gol dan dua assist dari 38 pertandingan.

2. Jurgen Klopp Pelatih Terbaik

Jurgen Klopp

Klopp layak menyandang pelatih terbaik meski gagal menghadirkan gelar bagi Liverpool. Terlebih, pelatih asal Jerman itu tidak mendapat keistimewaan layaknya pelatih Manchester City, Josep Guardiola, yang bisa mendatangkan pemain sesuka hatinya.

Klopp lebih banyak mendatangkan pemain non-pupuler untuk kemudian dipoles menjadi pemain kelas dunia. Berkat polesan dari Klopp, Liverpool kini dihuni pemain-pemain kelas wahid, mulai dari penjaga gawang hingga penyerang.

1. Awal Dominasi Liverpool

Liverpool

Kegagalan meraih trofi Liga Inggris 2018-2019 jelas pukulan telak bagi Liverpool. Sebab di paruh musim, Liverpool sempat unggul tujuh angka dari Man City di posisi dua. Meski begitu, ini bukanlah akhir dari segalanya.

Diyakini, ini merupakan awal dominasi The Reds di percaturan sepakbola Inggris. Asalkan Klopp terus dipertahankan, peluang Liverpool menjadi yang terbaik di Liga Inggris pada musim-musim mendatang sangat terbuka.

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement