Sebab, selain unggul agregat 2-0, Man United tidak datang dengan skuad terbaik. Akan tetapi, hasil di luar dugaan dialami PSG. Klub kebanggaan Kota Paris itu takluk 1-3 dari Man United.
Bahkan, gol penentu kelolosan Man United yang dicetak Marcus Rashford, tercipta di masa injury time! Meski agregat sama kuat 3-3, Man United berhak lolos ke perempatfinal karena unggul agresivitas gol tandang.

“Jika saya berada di bangku cadangan (pelatih) PSG saat itu, mungkin saya akan langsung mencari jembatan. Kemudian, saya akan menjatuhkan diri saya,” kata Ancelotti mengutip dari Calciomercato, Jumat (8/3/2019).
(Ramdani Bur)