Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dihentikan Man United, Kutukan PSG Terus Berlanjut

Ramdani Bur , Jurnalis-Kamis, 07 Maret 2019 |06:56 WIB
Dihentikan Man United, Kutukan PSG Terus Berlanjut
Mbappe saat mendapatkan semangat dari Solskjaer. (Foto: @ChampionsLeague)
A
A
A

Sebab, prestasi terbaik PSG di Liga Champions semenjak dipegang Nasser hanyalah lolos ke perempatfinal. Hal itu dicapai PSG pada musim 2012-2013, 2013-2014 dan 2015-2016. Bahkan pada tiga musim terakhir, langkah PSG selalu terhenti di 16 besar!

Bisa dibilang, kerap kali PSG tersingkir dari Liga Champions karena dilanda nasib apes. Ambil contoh pada 2012-2013 dan 2013-2014, yang mana PSG tersingkir karena kalah agresivitas gol tandang, persis seperti musim ini.

PSG

Pada 2012-2013, mereka disingkirkan Barcelona (3-3), semusim kemudian giliran Chelsea yang melakukannya (3-3). Bahkan pada 2016-2017, nasib lebih tragis dialami PSG. Pada leg I 16 besar, mereka menang 4-0 atas Barcelona sehingga satu kaki PSG sudah tiba di perempatfinal. Sayangnya, Edinson Cavani dan kawan-kawan kalah 1-6 di leg II sehingga gagal lolos ke perempatfinal setelah kalah agregat 5-6 dari Barcelona.

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement