nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jorginho Disebut Penyebab Utama Chelsea Kalah dari Man United

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 11:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 19 45 2019959 jorginho-disebut-penyebab-utama-chelsea-kalah-dari-man-united-tr6jUybYe1.jpg Pemain Chelsea, Jorginho saat dikepung para penggawa Man United. (Foto: Twitter Chelsea)

LONDON Chelsea gagal melaju ke perempatfinal Piala FA 2018-2019 lantaran kalah 0-2 dari Manchester United di Stadion Stamford Bridge, pada Selasa (19/2/2019) dini hari WIB. The Blues –julukan Chelsea– tampil sangat buruk di laga tersebut. Akan tetapi menurut pengamat sepakbola, Alan Shearer, yang mesti disalahkan atas kekalahan Chelsea itu adalah Jorginho.

Menurut Shearer, Jorginho adalah gelandang yang luar biasa saat sedang memegang bola, karena kerap kali memberikan umpan-umpan yang dapat membantu Chelsea menyerang lini pertahanan lawan. Akan tetapi ketika sedang tak memegang bola, Shearer merasa Jorginho sangat buruk. Bahkan dia mengatakan Jorginho bermain negatif ketika tak mendapatkan bola.

Baca Juga: Tampil Memukau di Laga vs Chelsea, Solskjaer: Pogba Gelandang Terbaik!

Shearer menilai Jorginho jarang melakukan tekelan atau sekadar menekan pemain lawan yang sedang memegang bola. Hal itu jelas hal yang buruk bagi seorang gelandang bertahan. Karena permainan Jorginho itulah, Shearer merasa Chelsea bisa kalah dari Man United di babak kelima Piala FA 2018-2019.

“Menurut saya Man United bermain lebih baik dari Chelsea. Mereka lebih memperlihatkan keagresifan, lebih tajam, banyak melakukan tekel, dan sangat kuat. Ketika mereka harus bertahan, maka mereka bertahan. Lalu ketika harus menyerang, mereka menyerang dengan serangan balik. Hal itu membuat Chelsea jatuh ke permainan mereka,” ujar Shearer, seperti diwartakan Football London, Selasa (19/2/2019).

“Jorginho seharusnya bisa mengatasi hal itu, namun bila melihat lagi dia jarang melakukan tekelan. Jorginho adalah pemberi umpan yang baik, dia sangat positif ketika menguasai bola. Namun ketika tidak memegang bola, dia justru bermain negatif karena dia tak membahayakan,” tukasnya.

(RNR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini