nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Respons Edy Rahmayadi Tanggapi Isu Pengaturan Skor

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 14:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 07 49 1988123 ini-respons-edy-rahmayadi-tanggapi-isu-pengaturan-skor-62Iy3lep0a.jpg Edy Rahmayadi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Isu pengaturan skor di Liga 2 Indonesia tengah menjadi perbincangan yang hangat. Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi, pun buka suara soal isu pengaturan skor ini.

Edy mengatakan PSSI kesulitan memberantas aksi pengaturan skor lantaran luasnya Indonesia. Dengan kondisi ini, pengawasan pun sulit dilakukan secara merata. Karena itu, aksi pengaturan skor masih saja terjadi di dunia persepakbolaan Indonesia.

Edy Rahmayadi

“Begitu besarnya Indonesia ini. Kita mempunyai 34 provinsi. Kalau Belgia, naik sepeda motor bisa keliling Belgia. Tapi Indonesia, pakai pesawat pun dari Medan menuju ke Papua sama dengan dari Medan naik haji ke Makkah begitu panjangnya biografis Indonesia. Begitu beragamnya kita, begitu sulit untuk mengawasinya, itu karena makin ke depan perlu diperbanyak guru ngaji, pendeta supaya benar-benar dia ikhlas, termasuk wartawannya,” ujar Edy kepada wartawan.

BACA JUGA: Edy Rahmayadi Konfirmasi Bertahan Jadi Ketum PSSI hingga 2020

Isu pengaturan skor di dunia sepakbola Indonesia mencuat belakangan ini setelah manajer Madura FC, Januar Herwanto, menuding anggota Komite Eksekutif PSSI, Hidayat, mengajak timnya untuk mengalah ketika menghadapi PSS Sleman di Stadion Manguwoharjo, pada babak delapan besar Liga 2. Hal ini pun diungkapkan Januar saat tampil di salah satu acara televisi swasta yang dipandu Najwa Shihab pada akhir November 2018.

Edy Rahmayadi

PSSI sendiri dipastikan tak tinggal diam menyikapi adanya isu tersebut. Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, menyatakan bahwa setiap kasus pengaturan skor yang telah ditemukan oleh Komdis PSSI kini tengah dalam proses persidangan. PSSI yang bekerja sama dengan Genius Sport sendiri telah menemukan dua pertandingan yang masuk kategori red flag atau kemungkinan besar terdapat pengaturan skor.

(dji)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini