nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru Menang Ballon dOr 2018, Pesepakbola Perempuan Justru Ditanya tentang 'Tarian Seksi'

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 20:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 04 51 1986861 baru-menang-ballon-dor-2018-pesepakbola-perempuan-justru-ditanya-tentang-tarian-seksi-zKClNz3NUs.jpg Ada Hegerberg (Foto: Twitter/@AdaStolsmo)

PARIS - Seorang DJ terkenal Prancis, Martin Solveig, dikecam berbagai kalangan setelah melontarkan candaan kepada pemenang Ballon d'Or perempuan pertama, Ada Hegerberg, saat menanyakan apakah dia bisa melakukan joget 'twerking' yang seksi. DJ berusia 42 tahun itu kemudian meminta maaf dan mengatakan bahwa Hegerberg menjawab 'tidak' - dan setelah acara penyerahan anugerah Ballon d'Or 2018, Hegerberg mengatakan bahwa dia "Paham bahwa itu adalah lelucon."

Ujung tombak Lyon dan timnas Norwegia berusia 23 tahun itu dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia yang menjadi pemenang Ballon d'Or pertama untuk perempuan, dalam acara yang berlangsung di Paris. Adapun gelandang Real Madrid dan Kroasia, Luka Modric, memenangkan Ballon d'Or 2018, menjadi pemain pertama selain Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, yang menyabet gelar itu dalam satu dekade terakhir.

Ada Hegerberg (Foto: Twitter/@AdaStolsmo)

Apa yang terjadi?

Solveig menangani alunan musik sepanjang acara itu, dan juga berdansa bersama Hegerberg diiringi sebuah lagu Frank Sinatra. Saat pemberian penghargaan Solveig bertanya, "Apakah Anda bisa melakukan twerking?" Yang dijawab: "Tidak."

Hegerberg, yang baru saja berpidato tentang harapannya untuk menginspirasi para gadis agar percaya diri, tampak tidak senang dengan pertanyaan itu. Dan media sosial pun bereaksi. Sekedar informasi, twerking adalah gerakan dalam joget yang menirukan gerakan bersetubuh yang dipopulerkan oleh penyanyi Miley Cyrus.

Bagaimana reaksinya?

Solveig pun jadi bulan-bulanan di media sosial. Salah satu yang mengecamnya adalah juara Wimbledon dua kali Andy Murray, yang mengatakan di Instagram, "Satu contoh lagi dari seksisme konyol yang masih ada dalam olahraga."

"Kepada semua orang yang berpikir bahwa reaksi orang itu berlebihan dan itu hanya lelucon, saya bilang tidak. Saya telah terlibat dalam olahraga sepanjang hidup saya dan tingkat seksisme itu sungguh tak terbayangkan," sambung Murray.

Bagaimana tanggapan sang DJ?

"Permohonan maaf saya untuk siapa saja yang mungkin telah tersinggung. Ini sekadar lelucon yang mungkin memang buruk, dan saya ingin meminta maaf," tulis Solveig di Twitter.

Dia menambahkan melalui pesan video, "Saya kaget dengan apa yang saya baca di internet. Saya, sudah tentu tidak bermaksud menyinggung siapapun. Hal itu akibat distorsi tingkat bahasa Inggris saya dan tingkat budaya Inggris saya, yang jelas tidak cukup, karena saya tidak bermaksud menyinggung siapapun dan tidak tahu bahwa hal ini bisa dipersepsikan seperti itu. Kalau saja dilihat urut-urutannya secara keseluruhan, bahwa kami kemudian berdansa diiringi lagu Frank Sinatra," lanjut Solveig.

Ada Hegerberg (Foto: Twitter/@AdaStolsmo)

Apa kata Hegerberg?

"Dia datang kepada saya setelah itu dan sayang sekali akhirnya jadi begini. Saya tidak benar-benar memikirkannya pada saat itu. Saya hanya senang berdansa saat itu dan memenangkan Ballon d'Or (2018), jujur saja. Saya minum segelas champagne ketika kembali," kata Hegerberg.

Rekan setimnya di Lyon, Lucy Bronze, seorang bek asal Inggris dan salah satu dari tiga calon pemenang Ballon d'Or, mengatakan bahwa hal itu "sekadar lelucon".

"DJ meminta setiap orang yang menang tentang dansa apa yang mereka suka. Dan dia (Hegerberg) bisa twerk, dia berbohong (saat mengatakan tidak). Hal itu sekadar lelucon agar dia berjoget." ungkap Lucy.

(ADP)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini