nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Masalah yang Dialami Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 26 November 2018 13:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 26 51 1982903 3-masalah-yang-dialami-timnas-indonesia-di-piala-aff-2018-k4ogrsYZDF.jpg Timnas Indonesia jelang hadapi Filipina. (Foto: AFF)

JAKARTA – Langkah Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Piala AFF 2018 sudah terhenti di fase grup setelah hanya mengoleksi empat poin dari empat pertandingan. Skuad Garuda kalah bersaing dari Thailand dan Filipina yang mengakhiri klasemen Grup B Piala AFF 2018 di posisi satu dan dua.

Ada beberapa masalah yang membuat Timnas Indonesia pada akhirnya tersingkir lebih awal di Piala AFF 2018. Masalah pertama ialah mengganti pelatih hanya sekira minggu sebelum Piala AFF 2018 dimulai. Setelah langkah Timnas Indonesia di Asian Games 2018 terhenti di 16 besar, Luis Milla memilih tidak memperpanjang kontrak.

Luis Milla

Meski begitu, jika PSSI memiliki niat yang tulus untuk memperpanjang kontrak Milla, dipercaya pelatih asal Spanyol itu mau membubuhkan tanda tangan perpanjangan kontrak. Akan tetapi pada akhirnya, Milla tidak jadi memperpanjang kontrak dan tampuk kepelatihan diberikan kepada Bima Sakti yang belum banyak memiliki pengalaman di sektor kepelatihan.

Masalah selanjutnya ialah tidak banyaknya penonton yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat Timnas Indonesia bertanding di Piala AFF 2018. Saat menghadapi Timor Leste, hanya sekira 13.000 penonton yang datang ke SUGBK.

BACA JUGA: Bima Sakti Sadar Terlalu Cepat untuk Terima Tawaran Tangani Timnas Indonesia

Sementara di laga kontra Filipina hanya 15.436 penonton yang datang langsung ke stadion. Sebenarnya ada alasan di balik minimnya suporter yang datang langsung. Hal itu sebagai tanda bukti kekecewaan pencinta sepakbola Tanah Air kepada kepemimpinan PSSI di bawah ketua umum Edy Rahmayadi.

Bahkan tagar #kosongkanGBK membahana jelang laga lawan kontra Timor Leste. Alhasil, akibat minim disaksikan penonton, Timnas Indonesia tidak mendapatkan roh permainan mereka, ditambah lagi tim lawan juga tidak mendapatkan tekanan yang besar dari suporter tuan rumah.

Masalah terakhir ialah kegagalan Bima Sakti memanfaatkan kualitas sebenarnya dari Evan Dimas. Dalam pola 4-2-3-1 racikan Bima Sakti, Evan ditempatkan sebagai gelandang double pivot yang lebih banyak bertugas menjaga kedalaman di lini tengah.

Evan Dimas

Padahal ketika membela Timnas Indonesia U-19, Evan diketahui sangat nyaman saat beroperasi sebagai gelandang serang dan terbukti dirinya berstatus sebagai top skor tim saat itu. Jika saja Evan dimainkan di posisi second striker, bukan tak mungkin hasil yang lebih baik dicetak Timnas Indonesia. Apalagi, Stefano Lilipaly yang dipercaya mentas sebagai second striker tampil memble di Piala AFF 2018.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini