Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Fakta Menarik di Laga Timnas Indonesia U-16 vs Timor Leste, Nomor 2 Buat Merinding

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 06 Agustus 2018 |00:05 WIB
8 Fakta Menarik di Laga Timnas Indonesia U-16 vs Timor Leste, Nomor 2 Buat Merinding
Timnas Indonesia U-16 (Foto: Laman PSSI)
A
A
A

SIDOARJO - Kemenangan telak Timnas Indonesia U-16 atas Timnas Timor Leste U-16 dengan skor 3-0 di laga penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 memunculkan sejumlah fakta menarik. Berikut adalah delapan fakta menarik yang tersaji dari laga tersebut.

8. Kapten Timnas Timor Leste U-16 Anak Presiden

Xanana Gusmao mungkin bagi sebagian masyarakat Indonesia pernah mendengar namanya. Ya, Xanana Gusmao merupakan Presiden pertama Timor Leste periode 2002-2007.

Akan tetapi, masyarakat Indonesia mungkin tak mengenal Kay Olok Sword Gusmao. Kendati demikian, tak begitu bagi masyarakat Timor Leste. Pasalnya, Kay Olok merupakan anak keempat dari tokoh revolusioner Timor Leste, Xanana Gusmao, yang mengantarkan bekas provinsi dari Indonesia tersebut menjadi sebuah negara yang merdeka.

Kapten Timor Leste U-16

Kay Olok ditunjuk oleh sang pelatih Joao M. Da S. Araoujo sebagai kapten memimpin rekan-rekannya dalam pertandIngan fase grup A Piala AFF U-16.

"Bapakmu dulu jadi kapten di hutan, kamu kapten di lapangan," ujar Joao.

Namun sayang, kegemilangan sang ayah sejauh ini belum menular ditubuh Kay Olok. Di laga melawan Timnas Indonesia U-16 ia tak bisa berbuat banyak dan harus digantikan.

7. Rotasi Pemain di Lini Tengah dan Belakang

Dalam laga melawan Timnas Timor Leste U-16, absennya Bagas Kaffa karena terkena kartu merah melawan Vietnam tak membuat lini pertahanan Timnas Indonesia U-16 kocar-kacir.

Justru pelatih Fakhri Husaini memberikan kesempatan masuk starting line-up pada tiga nama Hamsa Medari Lestaluhu di lini tengah, Kartika Vedhayanto Putra, dan Muhammad Salman Farid pada posisi pemain belakang.

Meski sempat 'demam panggung' pada 20-30 menit awal, nyatanya Muhammad Salman Farid justru menjadi pembeda dengan memberikan asist kepada Bagus Kahfi yang dapat dijadikan gol.

"Hamsa tadi melihat sendiri sulit keluar dari tekanan. Memang ketika berlatih dan di pertandingan sebenarnya jauh berbeda," ujar Fakhri Husaini saat konferensi pers.

Sementara Hamsa dan Kartika kerap menjadi penyeimbang kala Timnas Indonesia U-16 kehilangan bola atas lawannya.

6. Tampil Lebih Tenang dan Tidak Terprovokasi

Berbeda dengan laga melawan Myanmar dan Vietnam yang beberapa kali terjadi kontak fisik yang diakhiri keributan kecil. Di laga melawan Timnas Timor Leste U-16, mampu meredam emosi dan tak terprovokasi lawannya.

Hal ini cukup positif memang, melihat beberapa kali pemain Timnas Indonesia U-16 mendapatkan tackle dan benturan-benturan keras.

Pemain tengah Timnas Indonesia U-16, Andre Oktaviansyah mengakui timnya sudah mengambil pelajaran dari dua laga sebelumnya dan bermain lebih tenang.

"Kita akui bermain lebih tenang di tengah dan tidak terprovokasi seperti pertandingan sebelumnya lawan Myanmar dan Vietnam," ungkap Andre.

Pelatih Fakhri Husaini mengapresiasi anak asuhnya dalam menjaga emosi dan tak mudah terprovokasi gerakan - gerakan kasar lawannya.

5. Banyak Peluang yang Dihasilkan Timnas Indonesia U-16

Serangan Timnas Indonesia U-16 ibarat air bah yang datang terus menerus di babak pertama. Tapi beberapa kali serangan datang, keberuntungan tak berpihak ke Timnas Indonesia U-16.

Di menit ke-15 misalnya, sebuah tendangan bebas Andre Oktaviansyah yang membentur mistar gawang lalu masuk tak disahkan karena wasit dan asisten wasit tak melihat secara jelas apakah bola sudah melintasi garis gawang atau belum.

Total tercatat ada tiga peluang Timnas Indonesia U-16 yang dimentahkan oleh tiang gawang di sepanjang 80 menit pertandingan. Peluang ini belum yang digagalkan oleh penjaga gawang Marcio Das Dores.

Pelatih Timnas Timor Leste U-16, Joao M. Da S. Araoujo, pun mengakui timnya sedikit beruntung hanya kemasukan tiga gol di babak kedua. Banyak peluang yang dihasilkan Indonesia di babak pertama. "Kami sedikit beruntung mampu menahan imbang mereka," terangnya.

4. Kehadiran Suporter Timor Leste

Sejak gelaran Piala AFF U-16 dari awal hingga matchday keempat, baru kali ini pendukung Timnas Indonesia U-16 harus berbagi tempat dengan suporter lawannya. Ya sekitar 200-an suporter Timor Leste turut hadir di sektor tribun utama sebelah utara.

Mereka yang kebanyakan berasal dari mahasiswa asal Timor Leste yang tengah menempuh pendidikan di Surabaya dan sekitarnya, ini membawa atribut bendera kecil Timor Leste.

Meski dengan penjagaan ketat aparat kepolisian, para suporter Timnas Timor Leste U-16 itu tak canggung berbaur dengan pendukung Indonesia. Bahkan beberapa di antara mereka yang diajak berfoto oleh pendukung Indonesia.

"Saya berterima kasih suporter kami yang antusias mendukung ke stadion," tutur pelatih Timnas Timor Leste U-16, Joao M. Da S. Araoujo.

3. Kehadiran Xanana Gusmao

Di tengah ribuan penonton yang memadati Stadion Gelora Delta Sidoarjo, ada satu penonton yang cukup istimewa. Ya Xanana Gusmao yang merupakan Presiden Pertama Timor Leste yang memimpin tahun 2002-2007.

Kehadiran Xanana Gusmao, selain memberikan dukungan ke Timnas Timor Leste U-16, tokoh kemerdekaan Timor Leste ini juga melihat penampilan sang anak Kay Olok Sword Gusmao.

Karena kehadiran 'penonton kehormatan' ini pihak Panitia Penyelenggara (Panpel) pertandingan memberikan pengamanan khusus.

Security Manager Piala AFF U-16 2018, Hardiansyah, mengatakan pihaknya keamanan berkordinasi dengan Polda Jawa Timur dan Polres Sidoarjo Kota.

"Kami akan jaga dari upaya-upaya yang bisa membuat Mr. Xanana tidak nyaman. Semua harus steril dari hal-hal itu, kami tak mau kecolongan," ujar Hardiansyah kepada media.

2. Penonton Terbanyak di Turnamen Sepakbola U-16

Antusiasme masyarakat dalam memberikan dukungan Timnas Indonesia U-16 cukup luar biasa. Dari laporan Media Officer PSSI, Bandung Saputra, setidaknya 18 ribu tiket telah terjual.

"Untuk tiket ekonomi sudah habis," kata Bandung, sesaat sebelum pertandingan dimulai.

Timnas Indonesia U-16 vs Timor Leste

Jumlah 18 ribu pertandingan ini menobatkan laga Timnas Indonesia U-16 melawan Timnas Timor Leste U-16 sebagai jumlah penonton terbanyak di laga turnamen sepak bola di usia 16 tahun di dunia.

Xanana dengan mengenakan kaos kerah hijau dan celana levis berwarna biru menempati sektor tribun undangan.

1. Koreografi Bendera Merah Putih di Tribun

Antusiasme penonton ternyata mampu dimanfaatkan untuk membuat suatu pertunjukan menarik di awal babak kedua. Seluruh penonton di tribun Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kompak untuk memberikan aksi koreografi bendera merah putih dari kertas.

Kontan aksi koreografi, membuat merah putih dari kertas kombinasi merah dan putih, menjadi hiburan yang menarik sejak awal babak kedua berlangsung.

Bahkan berkat aksi - aksi dukungan para penonton, permainan anak asuh Fakhri Husaini semakin trengginas di babak kedua hingga akhirnya memecah kebuntuan dengan gol menit ke-49.

(Fetra Hariandja)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement