Jika sebuah klub ngotot ingin mendatangkan Messi dengan nominal di atas, mereka hampir pasti akan melanggar aturan FFP. Penyematan klausul lepas yang tinggi kepada Messi memang sengaja dilakukan Barcelona.
Mereka tak ingin kejadian Neymar Jr terulang kepada Messi. Saat itu secara luar biasa, Paris Saint-Germain (PSG) berani menebus klausul lepas Neymar yang mencapai 222 juta euro (Rp3,72 triliun).

“Saya tak bisa membayangkan situasi itu (melepas Messi dengan harga 100 juta euro), yang mana Messi tidak akan membela kami lagi. Sepanjang libur musim panas saya merasa nervous. Saya tak bisa membayangkan situasi itu (Messi pindah klub) terjadi,” kata Vives mengutip dari Marca, Jumat (27/7/2018).
(Ramdani Bur)