MADRID – Pesepakbola legenda asal Kamerun, Samuel Eto’o, memiliki pengalaman menarik ketika membela Real Madrid pada 1998. Akan tetapi, pengalaman itu bukan di atas lapangan, melainkan kejadian yang terjadi di luar arena.
Pada pengujung 1998, skuad Los Blancos –julukan Madrid– terbang ke Tokyo, Jepang, untuk ambil bagian di Piala Interkontinental (sekarang bernama Piala Dunia Klub). Saat itu, Madrid berhak tampil di ajang tersebut setelah keluar sebagai kampiun Liga Champions 1997-1998.

(Eto'o saat membela Madrid. Foto: AFP)
Madrid yang saat itu ditangani Guus Hiddink akan berhadapan dengan kampiun Copa Libertadores 1998, Vasco da Gama (Brasil). Eto’o yang saat itu masih 17 tahun, disertakan Hiddink untuk terbang ke Jepang, Tak hanya Eto’o, pemain muda lain yang kemudian menjadi legenda Madrid, Iker Casillas, juga ikut serta.
Kejadian miris terjadi sebelum pertandingan digelar. Ketika sedang menginap di salah satu hotel, gempa terjadi di Kota Tokyo. Karena jarang merasakan gempa sebelumnya, Eto’o dan Casillas mengalami kepanikan. Bahkan, hotel tersebut dikatakan Eto’o hampir runtuh akibat gempa dahsyat yang terjadi.
BACA JUGA: Vinicius Junior Bertekad Ikuti Jejak Ronaldo di Real Madrid