nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Pemain Terburuk Babak Perempatfinal Liga Champions 2017-2018, Nomor 1 Jadi Pesakitan

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 11:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 13 261 1886130 5-pemain-terburuk-babak-perempatinal-liga-champions-2017-2018-nomor-1-jadi-pesakitan-9gmRrGa943.jpg Messi tampil buruk di laga kontra Roma. (Foto: REUTERS/Alessandro Bianchi)

BABAK perempatfinal Liga Champions 2017-2018 sudah rampung digelar pada Kamis 12 April 2018 dini hari WIB. Hal itu berarti, sudah ditemukan siapa saja klub yang akan tampil di fase semifinal.

Di babak perempatfinal tersebut, tidak semua pemain bintang mampu menunjukkan performa terbaik. Ada beberapa pesepakbola top dunia yang tampil flop, hingga akhirnya klub yang dibela tersingkir di fase delapan besar itu. Siapa saja pemain bintang yang tampil melempem di perempatfinal Liga Champions 2017-2018?

Berikut lima pemain terburuk babak perempatfinal Liga Champions 2017-2018, mengutip dari Sportskeeda:

5. Jesus Navas (Sevilla)

(Foto: REUTERS/Kai Pffafenbach)

Navas awalnya dikenal sebagai winger kanan jempolan. Saat mentas di posisi tersebut, Navas membawa Sevilla menjuarai Piala UEFA (sekarang Liga Eropa) dan mengantarkan Manchester City menjuarai Liga Inggris. Akan tetapi ketika kembali ke Sevilla untuk kedua kali pada bursa transfer musim panas 2017, Navas difungsikan sebagai fullback kanan.

Bermain di posisi anyar membuat Navas kesulitan beradaptasi. Karena terbiasa menyerang, Navas tak mampu tampil apik saat diminta membantu pertahanan. Alhasil saat Sevilla bertemu Bayern Munich di leg I perempatfinal Liga Champions, Navas membuat gol bunuh diri setelah gagal mengantisipasi umpan yang dilepaskan winger Bayern Munich, Franck Ribery.

Selain membuat gol bunuh diri, Navas juga kerap kali dilewati Ribery. Pada akhirnya, Sevilla tersingkir di perempatfinal setelah kalah agregat 1-2 dari Die Roten –julukan Bayern.

4. Luis Suarez (Barcelona)

(Foto: REUTER/Tony Gentile)

Suarez mengakhiri paceklik gol di Liga Champions setelah tak mampu mencetak gol di 10 laga beruntun. Puasa gol Suarez terhenti ketika Barcelona mengalahkan AS Roma 4-1 di leg I perempatfinal Liga Champions. Meski begitu, catatan satu gol di laga tersebut terhitung buruk. Sebab sepanjang pertandingan, El Pistolero melepaskan lima shot.

Bahkan kondisi yang lebih parah dialami Suarez pada leg II. Sepanjang 90 menit pertandingan, penyerang berpaspor Uruguay itu hanya melepaskan satu shot, bahkan itu pun tidak tepat sasaran. Alhasil, Barcelona takluk 0-3 dari Roma dan gagal melaju ke semifinal.

3. Kevin De Bruyne (Manchester City)

(Foto: REUTERS/Jason Cairnduff)

De Bruyne tampil gemilang bersama Man City musim ini. Bersama David Silva, gelandang berpaspor Belgia itu muncul sebagai otak serangan The Citizens –julukan Man City. Akan tetapi, pesona De Bruyne benar-benar tidak terlihat dalam dua laga perempatfinal kontra Liverpool.

Pada leg I saat Man City takluk 0-3, De Bruyne hanya melepaskan satu shot. Bahkan di laga tersebut, gelandang berambut pirang itu terkena kartu kuning. Sementara di leg II, De Bruyne tampil lebih baik dengan melepaskan dua shot on target. Akan tetapi, Man City tetap kalah 1-2 sehingga langkah mereka terhenti di perempatfinal setelah kalah agregat 1-5 dari Liverpool.

2. Medhi Benatia (Juventus)

(Foto: REUTERS/Paul Hanna)

Benatia tidak tampil membela Juventus kontra Real Madrid pada leg I perempatfinal karena mendapatkan sanksi akumulasi kartu. Bek berpaspor Maroko itu baru tampil saat Juventus mentas di kandang Madrid pada leg II. Akan tetapi, mantan bek Bayern Munich itu justru menjadi pesakitan.

Selain mendapat kartu kuning, bek berusia 30 tahun itu menjadi pesakitan setelah menjatuhkan winger Madrid, Lucas Vazquez, di kotak terlarang. Alhasil, Madrid mendapat penalti dan Cristiano Ronaldo menjalankan tugasnya dengan baik. Meski kalah 1-3 pada leg II, Madrid tetap lolos ke semifinal karena unggul 4-3 atas Juventus.

1. Lionel Messi (Barcelona)

(Foto: REUTERS/Tony Gentile)

Messi merupakan juru gedor andalan Barcelona. Sulit menghentikan La Pulga –julukan Messi– ketika sudah menguasai bola. Akan tetapi saat bertemu Roma, pesona Messi sama sekali tak terlihat. Saat Barcelona menang 4-1 di leg I, Messi memang mampu melepaskan tiga shot on target, namun tak ada satu pun yang masuk ke gawang.

Sementara itu di pertemuan kedua, Messi tampil lebih buruk. Ia hanya melepaskan dua shot on target dan tidak ada satu pun yang masuk ke gawang Roma kawalan Alisson Becker. Barcelona pun kalah 0-3 dan gagal melaju ke semifinal setelah kalah agresivitas gol tandang dari Giallorossi –julukan Roma.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini