Cara Pandang Eks Presiden Barcelona kepada Neymar dan Figo

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 21:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 08 46 1869867 cara-pandang-eks-presiden-barcelona-kepada-neymar-dan-figo-fh4nNzXUdx.jpg Figo saat dilempar kepala babi oleh fans Barcelona. (Foto: Sportskeeda)

BARCELONA – Mantan Presiden Barcelona, Joan Gaspart, mengatakan kepindahan Neymar Jr tidak sepengecut Luis Figo. Neymar pergi dari Camp Nou ke Paris Saint-Germain (PSG) karena alasan uang. Hal itu berbeda dengan Figo yang berkhianat dengan pindah ke musuh bebuyutan Barcelona, yaitu Real Madrid.

Gaspart merupakan Wakil Presiden Barcelona ketika Figo hijrah ke Madrid. Tepatnya hampir 18 tahun lalu. Pada saat itu penjualannya juga memecahkan rekor pemain termahal di dunia, namun menuai banyak kontroversi.

Malahan, ketika Figo tampil bersama Madrid di Camp Nou, banyak spanduk bertuliskan sumpah serapah yang dibuat Cules –sebutan untuk fans Barcelona– kepada eks kapten Tim Nasional (Timnas) Portugal tersebut. Lebih parahnya lagi, saat Figo ingin melakukan sepak pojok, suporter Barcelona melemparinya dengan kepala babi yang terbuat dari plastik.

BACA JUGA: Arsenal Siap Berikan Bellerin ke Barcelona demi Dembele

Namun, keputusan Figo hengkang ke Madrid merupakan pilihan tepat. Ia meraih trofi Liga Champions 2001-2002, sesuatu yang gagal diraihnya bersama Barcelona.

“Kepindahan Figo tidak bisa disamakan dengan Neymar. Figo sudah berkhianat saat pergi. Dia tidak memberikan waktu untuk memperpanjang kontrak. Dia pengecut karena mengkhianati kami. Sementara Neymar pergi karena alasan uang,” ungkap Gaspart, dikutip dari Mirror, Kamis (3/3/2018).

Selama empat tahun bersama Barcelona, Neymar berhasil meraih dua trofi Liga Spanyol (2014-2015 dan 2015-2016), dua trofi Copa del Rey (2014-2015 dan 2015-2016), satu kali Piala Super Spanyol (2013), satu gelar Liga Champions (2014-2015), dan satu Piala Dunia Antarklub (2015).

Sementara itu,bersama Barcelona, Figo meraih dua kali trofi Liga Spanyol (1997-1998 dan 1998-1999), dua trofi Copa del Rey (1997 dan 1998), satu gelar Piala Super Spanyol (1996), dan satu trofi UEFA Super Cup (1997).

BACA JUGA: Petinggi Barcelona: Klausul Lepas Messi Senilai Rp11,9 Triliun Bisa Ditebus Klub Lain

Kembali ke Gaspart. Dia pun menyarankan Lionel Messi untuk tetap berada di Barcelona jika Catalanyu memerdekakan dirinya dari Spanyol dan tidak lagi berkompetisi di Liga Spanyol.

“Di Republik Catalunya, Messi akan tetap berada di Barca. Karena kami (Barcelona) akan memiliki tim yang hebat dan masih tetap akan bermain di Liga Champions,” Gaspart menambahkan.

Pemain bintang Brasil, Neymar, meninggalkan Camp Nou pada musim panas 2017. Kepindahannya memecahkan rekor pemain termahal dunia. Namun, lantaran cedera yang dideritanya baru-baru ini membuat pemain termahal dunia itu absen dua bulan.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini