KETIKA pertama kali menjabat sebagai Presiden Real Madrid pada 2000, Florentino Perez memperkenalkan proyek Galacticos yang dimiliki. Pria yang kini berusia 70 tahun itu berani mendatangkan pesepakbola dengan harga selangit. Bahkan sepanjang dipegang Perez, Madrid lima kali memecahkan rekor transfer pemain termahal.
Namun, selain proyek Galacticos, Perez juga mendaratkan pemain beratribut mentereng meski levelnya tak setinggi Cristiano Ronaldo. Akan tetapi, tak semua pemain yang didatangkan mampu bersinar. Padahal, Madrid mengeluarkan uang cukup banyak untuk mendaratkan pemain-pemain tersebut. Siapa saja?
Berikut 5 pembelian terburuk Real Madrid, mengutip dari Sportskeeda:
5. Nuri Sahin
(Foto: AFP/Patrick Baz)
Sahin memesona bersama Borussia Dortmund. Alhasil, gelandang berpaspor Turki itu didatangkan Madrid pada bursa transfer musim panas 2011 seharga 9 juta euro atau sekira Rp150 miliar. Awalnya, Sahin akan diplot untuk mendampingi Xabi Alonso di lini sentral.
Namun sayang, di sepanjang musim 2011-2012, Sahin lebih banyak duduk di bangku cadangan. Sepanjang musim, ia hanya mentas 10 kali dengan koleksi satu gol dan satu assist. Sempat dipinjamkan ke Liverpool pada musim panas 2012, Sahin akhirnya kembali dilepas ke Dortmund pada bursa transfer musim panas 2014.
4. Ricardo Kaka
(Foto: AFP/Christof Stache)
Kaka memecahkan rekor transfer dunia saat didatangkan Madrid dari AC Milan pada musim panas 2009, yakni 58,5 juta pounds atau sekira Rp1,1 triliun. Kesuksesan bersama Milan awalnya diharapkan Madrid dapat diemulasi Kaka bersama mereka. Akan tetapi, ketimbang mentas di lapangan hijau, gelandang berpaspor Brasil itu lebih sering berada di ruang perawatan.
Alhasil selama empat musim membela Madrid (2009-2013), Kaka hanya tampil di 120 pertandingan dengan raihan 29 gol dan 39 assist. Pada bursa transfer musim panas 2013, Kaka pun dilepas Madrid ke Milan dengan status bebas transfer.
3. Nicolas Anelka
(Foto: AFP/Patrick Hertzog)
Anelka didatangkan Madrid dari Arsenal pada 1999, atau satu tahun sebelum Florentino Perez menjabat sebagai presiden klub. Saat itu, Anelka yang baru berusia 20 tahun ditebus dengan mahar 31,5 juta pounds atau sekira Rp602 miliar. Jelas, nominal itu sangat tinggi pada zamannya.
Namun, Anelka gagal menunjukkan kepantasannya dihargai mahal. Sepanjang musim 1999-2000, Anelka hanya mencetak tujuh gol dari 32 penampilan. Pada musim panas 2000, Anelka pun dilepas ke Paris Saint-Germain (PSG).
2. Royston Drenthe
(Foto: AFP/Mark Ralston)
Drenthe merupakan aktor utama saat Tim Nasional (Timnas) Belanda menjuarai Piala Eropa U-21 2007. Pesepakbola berambut gimbal itu digadang-gadang akan mencapai level kesuksesan yang dicapai sang senior, Edgar Davids. Drenthe didatangkan Madrid dari Feyenoord Rotterdam pada bursa transfer musim panas 2007 seharga 12,6 juta pounds atau sekira Rp241 miliar.
Namun, Drenthe tak pernah menemukan level permainan yang diharapkan bersama Madrid. Selama membela Los Blancos, ia hanya tampil di 65 pertandingan dengan koleksi empat gol dan lima assist. Singkat kata, Drenthe dilepas pada musim panas 2012 dengan status bebas transfer.
1. Jonathan Woodgate
(Foto: AFP/Phlippe Marcou)
Madrid mendatangkan Woodgate dari Newcastle United pada bursa transfer musim panas 2004. Los Blancos mengeluarkan 18,6 juta pounds untuk mendapatkan bek berpaspor Inggris tersebut. Awalnya, Woodgate diharapkan dapat memperkukuh pertahanan Madrid. Akan tetapi, bek kelahiran 1980 itu lebih sering terkena cedera.
Selama dua musim membela Madrid, ia hanya tampil di 14 pertandingan. Sempat dipinjamkan ke Middlesbrough pada musim panas 2006, Woodgate dijual secara permanen ke The Boro –julukan Middlesbrough– semusim kemudian.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.