BANDUNG - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar buka-bukaan soal hengkangnya Achmad Jufriyanto. Pemain yang akrab disapa Jupe itu kini sudah hengkang ke klub Malaysia, Kuala Lumpur FA.
Jupe sendiri mengumumkan keputusannya pada Jumat 26 Januari 2018 malam setelah Persib kalah 0-1 oleh PSM Makassar dalam laga Grup A Piala Presiden 2018. Ia tidak mengungkap alasan jelas soal kepindahannya. Ia hanya mengatakan bahwa siapapun pemain yang ada di posisinya, pasti akan memilih hengkang.
Umuh pun blak-blakan. Ia menyebut Jupe ditawarkan pelatih Mario Gomez dan asisten pelatih Fernando Soler ke klub Thailand. Sebelum memutuskan hengkang, menurutnya Jupe menemuinya. Pemain berposisi bek tengah itu mengungkap situasi sulit yang dialaminya.
BACA JUGA: Setelah Jupe, Giliran Atep Tinggalkan Persib?
"Dia nangis-nangis, benar-benar nangis," kata Umuh di Bandung.
Dalam pengakuannya kepada Umuh, Jupe mengaku ditawari Gomez untuk bermain di Thailand. Jupe disebut cocok bermain di sana. Selain itu, ada kesempatan agar karier dan masa depan Jupe lebih cerah.
Jupe kemudian diminta untuk berbicara dengan Soler. Dari situ, diketahui bahwa Jupe besar kemungkinan hanya akan jadi pemain cadangan di Persib.
Jupe pun gerah dengan apa yang dialaminya. Ia merasa tidak dibutuhkan oleh pelatih. Padahal, ia sudah memutuskan bertahan demi Persib. Sebab, jauh-jauh hari sebelumnya, ia sudah digoda salah satu tim dari Malaysia dan ditawarkan gaji dua kali lipat lebih besar dari Persib.
Tapi, Jupe saat itu memilih bertahan setelah diyakinkan Umuh. Apalagi, ia sudah dianggap seperti orangtua sendiri oleh Jupe.
"Alhamdulillah Jupe masih menghormati Umuh Muchtar dan dia menganggap orangtua. Saya bujuk, akhirnya dia kembali, tidak jadi dengan klub Malaysia walaupun itu lebih dari dua kali di sini, kontraknya lebih dua kali lipat. Tapi dia mengorbankan itu demi Persib, demi orangtua," ungkapnya.
Umuh pun sempat tenang dan senang karena Jupe memilih bertahan. Tapi, setelah Jupe kecewa dan akhirnya memutuakan pindah ke Kuala Lumpur FA, ia tidak bisa berbuat banyak.
"Kalau setelah kejadian begini, apa boleh buat, masak saya paksa (untuk bertahan). Nanti kalau kalau tidak enjoy saat dimainkan, buat apa, rugi kan buat dia," sesalnya.
Ia sendiri heran kenapa Gomez dan Soler menawarkan Jupe untuk bermain di luar negeri. Padahal, Jupe merupakan pemain berkualitas. Totalitas dan prestasinya bersama Persib juga sudah diakui publik sepakbola Indonesia.
"Enggak tahu saya juga, bingung dengan ini ya, pelatih begini apa maksudnya sampai menawarkan pemain yang sudah dianggap menurut saya dia lebih baik dibanding dengan Victor (Igbonefo) ya," tuturnya.
Sebagai bukti kualitas Jupe, ia membandingkan tiga laga yang dilakoni Persib di Grup A Piala Presiden. Di laga perdana, Persib menang 1-0 atas Sriwijaya FC. Saat itu, Jupe dimainkan bersama Bojan Malisic.
Sedangkan di laga kedua dan ketiga, Jupe tidak bermain. Alhasil, Persib kalah 0-2 oleh PSMS Medan dan 0-1 oleh PSM Makassar.
"Sekarang Jupe dicoret, kan Bobotoh menilai sendiri. Jupe jelek tidak? Menurut saya dia masih bagus dan pantas ada di Persib. Buktinya, Jupe tidak main dua kali amburadul ya, sangat dipermalukan kita (oleh lawan)," ucapnya kesal.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.