MALANG - PSIS Semarang menjadi salah satu penghuni Grup E Piala Presiden 2018 bersama tuan rumah Arema FC, juara Liga 1 Bhayangkara FC, dan Persela Lamongan.
Pelatih PSIS Semarang, Subangkit menanggapi persaingan di Grup E ini akan ketat. Hal itu mengingat semua tim mempunyai materi-materi pemain baru yang berkualitas.
"Di Bhayangkara FC misalnya, kepergian Spasojevic, Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn, dapat digantikan oleh Dzumafo, Vendri Mofu, Vladimir Vujovic hingga Marinus Manewar. Semuanya pemain bagus," ungkap Subangkit, Jumat (19/1/2018).
BACA JUGA: Persela Siapkan Strategi Tepat saat Hadapi Arema FC
Sebagai tim promosi di Liga 1, Mahesa Jenar -julukan PSIS- akan tampil lepas di Piala Presiden kali ini. Subangkit tak ingin anak asuhnya tampil terbebani guna menampilkan performa terbaik.
"Mudah-mudahan lawan kami akan meremehkan kami sehingga kami bisa tampil nothing to lose tanpa beban dan mendapat hasil terbaik," jelasnya.
Menurutnya, melihat laga uji coba empat kali PSIS Semarang yang acap kali menyulitkan saat menghadapi tim-tim Liga 1 lainnya, membuktikan bahwa timnya memiliki kualitas yang baik.
"Lawatan ke Bali, kita bisa curi kemenangan 0 - 1. Lawan Arema meskipun kalah kami juga menyulitkan mereka," pungkasnya.
Intinya, Subangkit berharap PSIS bisa termotivasi dengan kemenangan melawan Bali United di laga uji coba kemarin.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.