5 Kesalahan yang Dibuat Manchester United pada 2017, Nomor 2 soal Mourinho

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 15 Desember 2017 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 15 45 1830790 5-kesalahan-yang-dibuat-manchester-united-pada-2017-nomor-2-soal-mourinho-CmuuF7h3hg.jpg Man United saat kalahkan Bournemouth 1-0. (Foto: REUTERS/Jason Cairnduff)

MANCHESTER United tampil bagus, baik di Liga Inggris dan Liga Champions 2017-2018. Hingga Liga Inggris 2017-2018 memasuki pekan 17, Man United telah mengoleksi 38 poin dan duduk di posisi dua. Sementara di Liga Champions, The Red Devils –julukan Man United– lolos dengan status juara grup, setelah mengoleksi 15 poin.

Meski tampil impresif di Liga Inggris, koleksi poin The Red Devils nyatanya terpaut jauh dari pemuncak klasemen, Manchester City. Man United tertinggal 11 angka dari The Citizens –julukan Man City– yang tampil luar biasa.

Sebenarnya, jarak poin Man United dengan Man City bisa diminimalisir, jika tim asuhan Jose Mourinho tidak membuat kesalahan. Kesalahan apa saja yang dibuat mereka musim ini?

Berikut 5 kesalahan yang dibuat Manchester United pada 2017, mengutip dari Sportskeeda:

5. Tak Memiliki Playmaker/Pemain Bertipe Nomor 10

(Foto: AFP/Oli Scarff)

Mourinho menjadikan pola 4-2-3-1 sebagai andalan. Dalam pola tersebut, Man United memainkan satu playmaker atau pemain bertipe nomor 10 yang beroperasi di belakang penyerang tunggal.

Namun sayang, Mourinho terkesan terlalu memaksakan formasi tersebut. Sebab Man United tak memiliki pemain yang andal beroperasi di posisi itu. Henrikh Mkhitaryan dan Juan Mata tak cukup apik untuk dimainkan di posisi tersebut. Bahkan, Miki –sapaan akrab Mkhitaryan– kabarnya akan didepak pada Januari 2018.

Mendatangkan Mesut Ozil dari Arsenal bisa dibilang solusi tepat untuk mengisi posisi playmaker. Peluang Man United mendatangkan Ozil cukup besar, mengingat kontrak gelandang berpaspor Jerman bersama Arsenal akan berakhir pada 30 Juni 2018.

4. Winger Kurang Bertenaga

(Foto: REUTERS/Carl Recine)

Man United memiliki banyak pemain untuk dioperasikan sebagai winger/sayap. Sebut saja Marcus Rashford, Anthony Martial, Jesse Lingard hingga Juan Mata. Biasanya, Mata dimainkan sebagai winger kanan, sedangkan Rashford di sisi sebelahnya.

Akan tetapi, kedua nama di atas gagal menjawab ekspektasi. Mata tak memiliki cukup kecepatan, sedangkan Rashford tampil inkonsisten. Untuk menambah daya gedor di sisi sayap, Manchester Merah bisa mendatangkan Ivan Perisic dari Inter Milan. Perisic tampil garang bersama Inter musim ini. Dari 16 penampilan di Liga Italia 2017-2018, Perisic mengemas tujuh gol dan enam assist.

3. Cedera Paul Pogba

(Foto: REUTERS/David Klein)

Pogba absen di 12 beruntun, terhitung sejak pertengahan September hingga November 2017. Absennya II Polpo –julukan Pogba– nyatanya menurunkan daya ledak Setan Merah, terutama dalam hal pembuatan peluang.

Ketika Pogba bermain, Man United membuat 14,8 peluang per pertandingan. Tanpa Pogba? Peluang yang dibuat Man United turun hingga 50% atau berada di angka tujuh per laga. Sementara itu, ketika gelandang berpaspor Prancis itu turun, Man United mengemas tiga gol per laga. Sementara ketika mantan pemain andalan Juventus itu absen, Man United hanya mencetak 1,6 gol per pertandingan.

2. Mourinho Tidak Dibantu Pemain yang Cocok dengan Filosofinya

(Foto: AFP/Oli Scarff)

Mourinho selalu menjadikan pertahanan sebagai kekuatan timnya. Sementara di segi penyerangan, pelatih berpaspor Portugal itu selalu meminta manajemen klub untuk membeli winger lincah. Ketika menangani Chelsea di periode pertama, Mourinho memiliki pemain bertahan dengan atribut tinggi. Sebut saja John Terry, William Gallas hingga Claude Makelele.

Sementara di segi penyerangan, Mourinho memiliki Arjen Robben dan Joe Cole yang dapat diandalkan untuk beroperasi di lini sayap. Begitu juga saat melatih Inter Milan, Mourinho memiliki pemain-pemain seperti Lucio (bek) hingga Samuel Eto’o yang dapat dimainkan sebagai winger.

Namun, hal itu tidak dimiliki Mourinho bersama Man United. Saat ini, bisa dibilang hanya Nemanja Matic yang cocok dengan filosofi permainan Mourinho. Matic dapat bertahan dan menyerang sama baiknya. Sementara itu perihal menyerang atau winger, Man United tak mempunyai pemain yang dapat beroperasi apik di posisi tersebut.

1. Masalah di Pertahanan

(Foto: AFP/Paul Ellis)

Man United memiliki lima bek tengah musim ini. Sebut saja Eric Bailly, Phil Jones, Victor Lindelof, Chris Smalling dan Marcos Rojo. Namun, kelima pemain tersebut sering dilanda cedera, terutama pemain yang disebut paling belakang.

Jika tidak mengalami cedera, Jones dan Rojo sangat diandalkan untuk menjaga pertahanan Man United. Bahkan kabar terbaru, Bailly mengalami cedera parah. Bek berpaspor Pantai Gading itu mengalami cedera engkel dan belum diketahui kapan akan pulih.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini