TURIN – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengkritik penggunaan Video Assistant Referee (VAR) saat timnya ditahan Atalanta 2-2 di pekan ketujuh Liga Italia 2017-2018, Senin (2/10/2017) dini hari WIB. Allegri menilai, VAR layak digunakan saat situasi benar-benar dibutuhkan.
Dalam laga tersebut, Bianconeri –julukan Juventus– unggul dua gol lebih dulu lewat Federico Bernarderschi pada menit 21 dan Gonzalo Higuain (24’). Mattia Caldara yang notabene pemain pinjaman dari Juventus sempat memperkecil ketertinggalan Atalanta pada menit 31. Skor 2-1 untuk keunggulan Juventus bertahan hingga babak pertama usai.
BACA JUGA: Hasil Pertandingan Liga Italia 2017-2018 Semalam: Inter, Roma dan Napoli Raih Kemenangan
Di paruh kedua atau tepatnya di menit 57, Juventus sejatinya bisa mencetak gol ketiga lewat Mario Mandzukic. Namun, wasit Antonio Damato yang memimpin jalannya pertandingan menganulir gol tersebut setelah melihat pelanggaran terjadi sebelum gol tercipta.
Saat itu fullback kanan Juventus, Stephan Lichsteiner, kedapatan menyikut winger Atalanta, Papu Gomez. Alih-alih mencetak gol tambahan, Juventus justru kembali dibobol Atalanta, kali ini lewat Bryan Cristante pada menit 67.
Semakin ironis bagi Juventus setelah penalti yang didapat pada 84, gagal dimanfaatkan secara tepat. Paulo Dybala yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menaklukkan kiper Atalanta, Etrit Betrisha. Alhasil, skor sama kuat 2-2 dan Juventus tertinggal dua angka dari Napoli di puncak klasemen.
“Jika sepakbola tidak ingin dianggap lagi sebagai olahraga, gunakan terus VAR! Penggunaan VAR membuat pertandingan bisa selesai dalam 3-4 jam. Menurut saya, teknologi ini hanya boleh digunakan dalam situasi objektif, baik di dalam atau di luar kotak penalti,” kata Allegri mengutip dari Football Italia, Senin (2/10/2017).
“Jika wasit terus menggunakan VAR, sepakbola bisa seperti pertandingan American Football. Di sana, pertandingan sering dihentikan dan penonton bisa dibuat bosan,” lanjut pelatih yang memberikan trofi Liga Italia 2010-2011 bagi AC Milan.
(Ramdani Bur)