EGY Maulana Vikri yang memesona bareng Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 di Piala AFF U-18 2017 menarik perhatian pencinta sepakbola Tanah Air. Berbagai informasi perihal kehidupan Egy pun dicari para warganet.
Karena itu, Okezone coba memfasilitasi keinginan Anda yang ingin mencari informasi soal kehidupan awal mula Egy mengolah si kulit bulat, pemain favorit, pertemuan dengan Indra Sjafri hingga hal yang paling berkesan dalam karier pesepakbola berusia 17 tahun itu.
Berikut ini wawancara eksklusif Okezone bersama Egy yang disebut-sebut memiliki skill olah bola layaknya megabintang Barcelona, Lionel Messi:
1. Coba Ceritakan Awal Mula Egy Bermain Sepakbola?
Memang dari kecil sudah main bola. Dari baru bisa jalan, sudah diajarin ayah nendang-nendang bola. Setelah agak besar, saya tidak ikut Sekolah Sepakbola (SSB). Saya ikut tim yang dihuni ayah namanya Asam Kumbang. Mulai kelas 1 sekolah dasar, saya baru masuk SSB Taman Setiabudi Indah (Tasbih). Mulai dari itu saya ikut pertandingan.
Jadi saya ikut dua tim saat itu. Setiap Selasa, Kamis dan Minggu latihan di SSB Tasbih. Kemudian Senin, Rabu dan Sabtu latihan di Asam Kumbang. Setiap hari saya latihan. Jadi setelah pulang sekolah, kemudian mengaji sampai jam 3 sore dan selanjutnya saya latihan sepakbola.
2. Selain orangtua, siapa yang paling berperan dalam karier sepakbola Egy?
Pak Subagja. Ia yang mempertemukan saya dengan coach Indra Sjafri. Coach Indra memang sudah mendengar nama saya, namun tidak tahu tepatnya saya berada di mana. Selain itu, pak Bagja juga yang membawa saya ke Jakarta hingga akhirnya masuk ke Diklat Ragunan dan seleksi Tim Nasional Indonesia.
Pak Bagja juga berhasil meyakinkan kedua orangtua saya. Sebelumnya, ayah saya banyak ditipu soal orang yang ingin mengorbitkan saya. Namun, Pak Bagja benar-benar berhasil meyakinkan kedua orangtua saya untuk melepas saya dari Medan ke Jakarta.
3. Bisa Diceritakan awal mula Egy bertemu coach Indra Sjafri pada 2012?
Saya pertama kali bertemu di grassroots (turnamen SSB lokal). Kemudian Pak Bagja merekomendasikan saya ke coach Indra. Saat itu coach Indra melihat saya bermain di salah satu turnamen yang agak jauh dari Medan. Saat itu ia datang bersama coach Nur dan Djarot. Namun, saya hanya foto bersama coach Indra.
4. Sosok Indra Sjafri buat Egy seperti apa?