Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meski Pecahkan Nilai Transfer, Ronaldo Jadi Pemain Termahal Dunia yang Gagal Juara

Nanda Karlita , Jurnalis-Senin, 14 Agustus 2017 |16:09 WIB
Meski Pecahkan Nilai Transfer, Ronaldo Jadi Pemain Termahal Dunia yang Gagal Juara
Ronaldo de Lima (Foto: laman sbroccoefairplay)
A
A
A

LEGENDA sepakbola Brasil, Ronaldo Luiz Nazario de Lima, pernah menjadi pemain yang cukup dielu-elukan masyarakat Negeri Samba sekaligus pencinta sepakbola dunia. Maklum saja, Ronaldo bisa dikatakan salah satu pemain tersukses dengan raihan gelar yang cukup banyak baik di tim maupun individu.

Ronaldo tercatat menjadi pemain terbaik dunia di usai termuda yakni 21 tahun. Tak hanya itu, Ronaldo juga menjadi pemain tersukses dengan menyumbangkan dua titel Piala Dunia pada 1994 dan 2002.

(Baca juga: SOCCERPEDIA: Kevin Phillips, Pesepakbola dengan Gol Terbanyak di Musim Debut Liga Inggris)

Tak hanya itu, Ronaldo juga berhasil menjadi pemain yang memecahkan nilai transfer termahal sebanyak dua kali. Pertama saat dia diboyong dari PSV Eindhoven ke Barcelona dengan nilai transfer USD 19,5 juta  atau sekira Rp260 miliar di musim 1996-1997.

Bersama Barcelona, tuah Ronaldo agaknya tak bekerja. Hanya satu musim membela Tim Catalunya, Ronaldo hanya berhasil menyumbangkan titel Copa del Rey dan Piala Super Spanyol. Gagal mentereng di Barcelona, pria yang kini berusia 40 tahun itu bergabung dengan Inter Milan.

Pindah ke Inter, Ronaldo kembali memecahkan nilai transfer dunia dengan maharnya USD 27 juta pada musim 1997-1998. Bahkan Ronaldo langsung dikontrak oleh manajemen Inter hingga akhir musim 2006.

(Baca juga: SOCCERPEDIA: Alan Shearer, 2 Sisi Mata Uang soal Eksekusi Penalti di Liga Inggris)

Di musim pertamanya, Ronaldo tak bisa mempersembahkan banyak gelar bagi Nerazzurri –julukan Inter. Bahkan mantan pemain Real Madrid itu gagal mempersembahkan gelar domestik hingga akhir kebersamannya dengan Inter pada 2002.

Satu-satunya gelar yang diberikan pemain yang memulai karier pesepakbola profesionalnya pada 1993 itu yakni titel Piala UEFA (sekarang Liga Eropa) pada 1998. Di partai puncak, Inter berhadapan dengan Lazio. Pada laga itu, Ronaldo berhasil menyumbangkan gol penutup dan memastikan kemenangan dengan skor 3-0. Hal itu berarti selama membela Barcelona dan Inter Milan, Ronaldo gagal menjuarai kompetisi domestik.

(Fetra Hariandja)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement