Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Figo Dilempar Kepala Babi di Laga El Clasico

Arief Hadi Purwono , Jurnalis-Senin, 23 November 2015 |15:08 WIB
Figo Dilempar Kepala Babi di Laga El Clasico
Figo saat berseragam Madrid bermain di Camp Nou dan dilempari kepala babi (Foto: www.forcabarca.sk)
A
A
A

SEJARAH sepakbola mencatat banyak momen dan kejadian menarik yang terus melekat di benak pecinta sepakbola. Salah satu momen yang paling diingat, namun ingin dilupakan pemain yang kini telah pensiun, yakni pelemparan kepala babi yang dilakukan fans Barcelona pada Luis Figo.

Figo yang sebelumnya bermain di Barcelona pada kurun waktu 1995-2000 dan mempersembahkan tujuh gelar, kemudian pindah ke rival sekaligus seteru abadi, Real Madrid. Ia membela Los Merengues selama lima tahun hingga 2005 dan masuk sejarah transfer antar kedua klub, setelah sebelumnya melibatkan Michel Laudrup dan Bernd Schuster.

Namun berbeda dengan dua pendahulunya itu, efek kepindahan Figo berdampak lebih besar bagi fans Barcelona. Seakan melupakan dedikasi dan kerja keras yang pernah diberikan Figo, Cules -julukan fans Barcelona- menempelkan spanduk besar dengan tulisan ‘Pengkhianat, Judas, dan Tentara Bayaran.’

Semua terjadi ketika Figo bermain melawan Barcelona dengan seragam Madrid di Camp Nou, pada 23 November 2002. Figo tak hanya dilempari obyek-obyek seperti kulit jeruk, botol, pemantik api dan telepon genggam, namun juga kepala babi!

Tindakan tidak senonoh dilakukan fans Barcelona karena mereka terlanjur emosional dengan kepindahan Figo yang dihargai sebesar USD60 juta. Mereka melakukannya juga untuk meruntuhkan moral Figo, terutama saat akan melakukan sepak pojok di Camp Nou.

Sekitar 400 fans Madrid yang berada di Camp Nou seperti hilang dalam kerumunan 98.000 Cules yang spartan memberi cemoohan kepada Figo. Pelemparan kepala babi itu pun berdampak panjang, karena setiap kali Figo bermain di Camp Nou dan ingin mengambil tendangan pojok, ia disarankan untuk tidak melakukannya, meski akhirnya ia terus melakukannya.

Meski terlihat Cules yang bersalah dalam kasus tersebut, namun Figo juga turut bersalah, karena memancing suporter Barcelona hingga mereka terprovokasi dan marah. Figo selalu mengambil tendangan pojok, berjalan pelan seakan menyindir fans Barcelona, dan perlahan membuang botol yang dilempar fans dan tersenyum sinis.

Tindakan paling konyol ia lakukan pada 21 Oktober 2000, saat meletakkan tangannya di telinga, seakan mengacuhkan dan pura-pura tidak mendengar cemoohan fans Barcelona. Provokasi Figo kala itu mendapat komentar dari Louis van Gaal yang sempat melatih Barcelona.

“Figo memprovokasi fans. Dia berjalan ke pojok sangat pelan, dan mengambil botol pelan-pelan, kembali ke pojok. Semua itu dilakukannya dengan sengaja dan ia menyadarinya, tanpa ada tindakan wasit untuk menghentikannya,” kata Van Gaal.

“Dia bisa membantu lebih dengan tidak mengambil sepak pojok,” imbuh Xavi.

“Saya tak berusaha membenarkan event itu, tapi provokasi Figo tidak pada tempatnya dan sepenuhnya tidak perlu. Saya takkan menerima orang datang ke rumah saya dan melakukan provokasi,” kata eks Presiden Barcelona, Joan Gaspart.

Apapun itu, siapapun yang benar atau tidak, pelemparan kepala babi akan selalu menjadi nilai merah sejarah dalam sepakbola Eropa. Transfer antar kedua klub seakan menjadi hal yang dihindari kedua klub, agar tidak memancing amarah fans. Terakhir pemain yang pindah dari Barcelona ke Madrid, adalah Javier Saviola.

(Fajar Anugrah Putra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement