Share

Boaz Solossa Bicara Kemerdekaan Papua

ant, Jurnalis · Minggu 31 Mei 2015 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 31 51 1158108 boaz-solossa-bicara-kemerdekaan-papua-BhptxZboiP.jpg Boaz Solossa (kiri/paling depan) bicara soal kemerdekaan Papua akibat Persipura gagal main di AFC Cup 2015. (Foto: Antara/Alfian Rumagit)

JAYAPURA - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menghukum sepakbola Indonesia kerena adanya intervensi pemerintah terhadap PSSI. Kapten tim Persipura Jayapura Boaz TE Solossa mengaku terpukul saat mengetahui adanya sanksi FIFA terhadap PSSI itu.

Sanksi FIFA itu berakibat tim Persipura tidak bisa berlaga di babak 16 besar AFC 2015, padahal mereka sedang berada di jalur kemenangan dan berpeluang besar masuk ke babak berikut.

"Yah sangat disayangkan. Apalagi untuk kami kalangan pesepakbola. Tentunya masyarakat juga sangat kecewa, pertama kali mendengar berita itu. kami sangat putus asa dan kecewa," ujar Boaz yang didampingi istrinya Adelina Erice Gedy, ketika ditemui di kediamananya di Perumahan Pemda II Kotaraja, Kota Jayapura, mengutip Antara, Minggu (31/5/2015).

Menurut dia, apa yang terjadi saat ini patut disayangkan karena banyak pihak yang dirugikan dari sanksi yang ditetapkan oleh induk olahraga sepakbola dunia itu.

"Tentunya kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah (Kemenpora dan BOPI) terhadap PSSI. Karena tidak ada penyelesaian yang baik dan untuk kami, Persipura khususnya masyarakat Papua. Jangankan masyarakat Papua, keluaraga, anak istri kami sempat kecewa, kami sudah tidak bisa berlaga dan melanjutkan pertandingan lagi," imbuhnya sambil menggendong anak keduanya Anabeth Imanuela Cleopatra.

Jika Persipura, semua klub sepakbola Indonesia dan Timnas dilarang ikut kejuaraan resmi di luar negeri, berbeda untuk timnas U-23 yang akan berlaga di SEA Games 2015 di Singapura. Pasukan Aji Santoso masih diperbolehkan berlaga di pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu.

"Sangat disayangkan juga, kenapa sampai timnas SEA Games yang baru akan memulai pertandingan, mereka diizinkan bermain. Sedangkan kami, tim Persipura tidak bisa lanjutkan pertandingan ini (AFC Cup), Persib juga demikian, bisa bermain," katanya membandingkan.

"Kami bagian dari Negara Republik Indonesia, dan itu yang membuat masyarakat Papua agak sedikit kecewa dengan hal ini. Sampai ada yang mengatakan kalau memang tidak bisa urus kami (Persipura dan Papua), biar kami merdeka saja. Pernyataan itu saya rasa sudah pada tingkat emosi yah dari pada seluruh masyarakat," tandasnya.

(fap)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini