Manajemen Persela Lamongan selama ini berupaya tidak melangkahi wewenang seorang pelatih. Artinya perekrutan pemain tetap harus berdasar rekomendasi pelatih yang bertanggungjawab terhadap masalah teknis di tim.
Misalnya dalam kondisi tanpa pelatih seperti sekarang ini, tim biru langit tidak langsung bernegosiasi dengan pemain incaran atau pemain lama. "Urusan teknis memang wewenang pelatih. Kami manajemen bertugas sebagai negosiator," ucap Yuhronur.
Karena itulah Persela tidak langsung agresif membidik pemain baru. Berencana mendatangkan pelatih anyar pada Desember nanti, kemungkinan saat itulah Laskar Joko Tingkir baru mulai bergerak menyusun kekuatan anyar.
Manajemen tidak mau gegabah dengan asal merekrut pemain tanpa sepengetahuan pelatih. "Situasi seperti itu justru tidak baik bagi keharmonisan pelatih dan manajemen. Kami paham tugas masing-masing dan manajemen tak akan ikut campur masalah teknis," tandas dia.
Situasi seperti itu sudah menjadi tradisi di Stadion Surajaya. Selama bermain di orbit tertinggi kompetisi Indonesia, pelatih selalu diberi kebebasan dalam memilih skuadnya. Tentunya juga disesuaikan dengan kemampuan finansial manajemen untuk nominal kontrak.
(Randy Wirayudha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.