Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Memperingati Hari Pahlawan

"Saya Siap Miskin demi Negara"

Putri Utami , Jurnalis-Senin, 10 November 2014 |12:39 WIB
Indra Sjafri adalah sosok pelatih yang fenomenal. Ia pernah berujar "siap miskin demi negara." (Foto: Okezone/Arif Julianto)
A
A
A

Pernyataan Indra Sjafri itu juga membuat para pemainnya berkomitmen tidak mencari keuntungan melalui kesuksesan mereka dari iklan dan hanya fokus dalam membela Timnas. Tidak hanya blusukan dan komitmennya yang siap miskin demi membela Negara, salah satu hal yang juga menjadi ciri khas yang dia buat saat membesut Garuda Jaya adalah selebrasi dengan sujud syukur.

Selebrasi ini memang sering dilakukan oleh pesepakbola tapi jarang terlihat dilakukan secara bersama-sama. Umumnya tim melakukan selebrasi dengan berjoget atau berlari ke arah kamera. Tapi Indra Sjafri ingin memberikan hal yang berbeda dalam selebrasi yang dilakukan Garuda Jaya, hal ini sekaligus mengajarkan para pemain untuk bersyukur kepada Tuhan.

Usai mengantarkan skuad Merah-Putih menjadi kampiun se-Asia Tenggara, target lebih tinggi dicanangkan ayah dua orang anak ini dengan mengantarkan Evan Dimas dkk ke panggung Piala Dunia U-20. Malang tak dapat dibendung, cita-cita melenggang ke Piala Dunia belum bisa terwujudkan. Seolah melupakan jasa sang ‘pahlawan’ yang menghapus gelar dahaga bagi sepakbola Indonesia, PSSI menghentikan kontrak kerja Indra Sjafri dari jabatannya sebagai pelatih Garuda Jaya.

Berhentinya Indra Sjafri tanpa membuahkan target yang dicanangkan tak membuat publik mencaci maki, masyarakat malah membela sang pelepas dahaga juara di media sosial Twitter. Indra Sjafri banjir dukungan lewat tagar #Respect #TerimaKasihIndraSjafri menjadi trending topic usai pemberhentiannya oleh PSSI pada Selasa (4/10/2014) lalu. Tak lupa mantan pelatih Evan Dimas dkk itu langsung mengucapkan terima kasihnya. "Terima kasih atas dukungan masyarakat dan suporter sepak bola Indonesia selama ini,” kicau Indra di laman Twitter resminya, @Indra_Sjafri.

Meski sudah tidak melatih Evan Dimas dkk, banyak kenangan menarik yang masih diingat oleh Indra Sjafri. Baginya banyak tantangan dalam menukangi skuad muda yang masih belum stabil emosinya. Pria yang saat ini menjadi konsultan di klub sepakbola Jaya Perkasa Purwakarta yang dibentuk Bupati Dedi Mulyadi, bertekad akan terus memberi dukungan bagi sepakbola Indonesia. Indra juga tidak memungkiri ingin memiliki Sekolah Sepakbola (SSB) sendiri suatu saat nanti.

“Mereka (Timnas U-19) masih muda, masih labil dan fluktuasi yang kurang stabil ditambah lagi peak performance masih suka turun naik. Jika (pengalaman) sukanya saya bisa memberikan yang terbaik dari target yang dicanangkan dengan menjadi juara di AFF setelah sekian lamanya,” kata Indra Sjafri saat dihubungi Okezone, Rabu (5/11/2014).

“Hal paling berkesan, tentunya mengantarkan juara Piala AFF setelah 22 tahun dan satu lagi dipecat PSSI karena tidak lolos Piala Dunia (U-20). Tentu saja saya tidak  kecewa karena saya bisa terus membantu sepakbola Indonesia di manapun wadahnya. Untuk SSB tunggu saja tanggal mainnya,” tambahnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement