LAMONGAN – Pertandingan Persela Lamongan menjamu Persipura Jayapura yang berakhir 1-4, menjadi pertandingan terakhir Eduard Tjong. Walau sukses mengantarkan Persela ke babak delapan besar Indonesia Super League (ISL) 2014, Eduard merasa dirinya telah gagal.
Pada sesi konferensi pers seusai laga lawan Persela, pelatih bersapa Edu ini langsung berpamitan. Dia malah tak menunggu hasil evaluasi manajemen, karena keputusan apa pun dari manajemen tak akan mengubah pendiriannya.
"Saya pamit dari Persela. Saya merasa gagal membawa tim ini lebih bagus walau lolos ke babak delapan besar. Apa pun keputusan manajemen nanti, tidak akan berpengaruh pada sikap yang telah saya buat," kata Eduard Tjong, Kamis (30/10/2014).
Dia sekaligus melontarkan permintaan maaf kepada LA Mania –sebutan fans Persela– sekaligus masyarakat Lamongan karena gagal membawa Persela jauh lebih bagus. "Dalam parameter saya sendiri, Persela memang tidak bagus selama saya latih," tambahnya.
Selama babak delapan besar, Edu gagal memberikan kemenangan untuk Laskar Joko Tingkir. Dari enam pertandingan, timnya hanya seri sekali dan selebihnya kalah. Bahkan tiga laga diderita dengan kekalahan berat, yakni 4-2 lawan Semen Padang, 4-0 lawan Arema Cronus, dan 4-1 lawan Persipura.
Sebenarnya keputusan Edu ini sedikit mengherankan karena secara umum Persela relatif lebih baik musim ini. Manajemen pun kaget dengan keputusan eks pelatih Persis Solo ini. "Saya juga tak menyangka dia langsung pamit," kata Asisten Manajer Persela Yuhronur Efendi.
Sementara, kubu Persipura yang menjadi pemenang di laga sore itu, menilai tim Persela Lamongan tak memiliki motivasi seperti di penghujung putaran kedua silam. Asisten Pelatih Persipura Mettu Duaramury melihat Persela menjadi tim yang berbeda.
"Persela bagus, tapi sepertinya tidak memiliki fighting spirit seperti waktu mengalahkan kami dulu. Sebelum pertandingan ini memang kami mempersiapkan diri dengan baik dan saya senang hasilnya juga sesuai harapan," ujar Mettu.
Soal status kepelatihan setelah ditinggalkan Jacksen F. Tiago, dia menyatakan siap membawa Persipura di semifinal. Tapi Mettu tak mau berkomentar soal apa yang terjadi antara Jacksen dan manajemen Persipura.
"Soal apa yang terjadi dengan Jacksen, silakan tanya langsung ke manajemen. Yang pasti tim Persipura siap ke semifinal. Tim ini sudah jadi, sehingga tanpa pelatih pun ibaratnya sudah bisa berjalan sendiri," demikian anggapan Mettu Duaramury.
(Fetra Hariandja)