nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

El Loco Si Maestro

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2013 18:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 01 09 49 743801

MALANG - Christian Gonzales menjadi protagonis pada laga perdananya bersama Arema Cronous di pentas Indonesia Super League (ISL). Pemain yang dikontrak Rp1,2 miliar per musim ini mencetak hattrick dan satu assist kala Arema menggilas Persidafon Dafonsoro 5-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (9/1).

 

Pemain berjuluk El Loco tersebut mengoyak jala Persidafon di menit 9, 26 dan 41. Mantan pemain Persisam Samarinda ini juga menjadi pelayan Beto Goncalves yang mencetak gol menit 18. Satu gol Arema lainnya diceploskan Keith Kayamba Gumbs pada menit 55. Sementara gol hiburan tim tamu dicetak Anis Nabar.

 

Di laga itu, Christian Gonzales tak butuh banyak energi dan kecepatan tinggi untuk memborong tiga gol. Dia hanya bermodal positioning atau penempatan diri yang sempurna. Tidak ada gol yang dicetak melalui dribble, melainkan tandukan dan sontekan terarah.

 

El Loco, bergabung Singo Edan hanya beberapa pekan sebelum ISL bergulir, masih sangat berbahaya walau tak lagi muda. Pujian pun langsung dilontarkan Pelatih Arema Rahmad 'RD' Darmawan. RD menyebut kiprah El Loco itu sebagai start sempurna di Arema.

 

"Dia pemain berkelas dan masih memiliki naluri tajam di depan gawang lawan. Saya senang melihat Gonzales mencetak hattrick, padahal secara fisik belum begitu stabil. Tentu saja saya berharap dia bermain seperti ini di tiap pertandingan," pujinya.

 

Soal permainan secara umum, RD mengakui timnya belum sempurna dan masih ada sejumlah kelemahan. Misalnya kebobolan dua gol dengan proses yang relatif sepele. Konsentrasi di pertahanan menurutnya perlu perbaikan di pertandingan berikutnya.

 

Lima gol juga tergolong seret jika melihat banyaknya kesempatan matang yang diperoleh timnya. Beto Goncalves, setidaknya membuang empat kesempatan bersih di depan gawan Persidafon. RD layak kecewa dengan buruknya penyelesaian akhir pemain ini.

 

Di pihak lain, pelatih Persidafon Erenst Pehelerang mengakui timnya tak memiliki kekuatan cukup untuk mengimbangi kualitas Arema. Komposisi tim terbatas dan hanya memiliki satu pemain asing, dikatakannya sangat sulit walau sekadar menahan laju tuan rumah.

 

"Pertandingan yang sulit. Kami memiliki sedikit pemain dan tim belum sepenuhnya siap. Bagaimana pun kondisinya, kekuatan Persidafon dengan Arema sangat berbeda. Arema tim bagus dengan materi pemain luar biasa," tukasnya.

 

Pertandingan di Stadion Kanjuruhan sangat menarik sejak awal babak pertama. Arema yang menurunkan duet Beto Goncalves dan Christian Gonzales langsung melakukan tekanan dengan serangan kombinasi sayap dan tengah.

 

Hasilnya, pertahanan Persidafon kacau balau terkena gelombang serangan tuan rumah. Sejak awal laga sudah kelihatan pertarungan berjalan tak seimbang. Gonzales sudah menggetarkan jala tim tamu kala pertandingan baru berjalan lima sembilan menit.

 

Beto menambah derita sepuluh menit kemudian. Persidafon sempat mengejutkan tuan rumah lewat gol A Nabar di menit 19. Tapi itu hanya gol hiburan karena Christian Gonzales kembali memperlebar skor menjadi 3-1 setelah menceploskan gol keduanya lewat tandukan pada menit 26.

 

Strategi counter attack tim asuhan Erenst Pahelerang tak begitu efektif karena pertahanan lebih sering bocor. Semua pemain lebih terfokus pada pertahanan dibanding menyusun skenario serangan. Singo Edan sendiri sebenarnya tak terlalu istimewa dan lebih diuntungkan buruknya benteng tim tamu.

 

Sebelum babak pertama berakhir, Christian Gonzales melengkapi hattrick pertama musim ini sekaligus di pertandingan pertamanya bersama Arema. Lima gol di babak pertama alias skor 4-1 sudah menjadi jawaban betapa tidak imbangnya kekuatan Arema dan Persidafon.

 

Situasi di babak kedua tak banyak berubah. Persidafon yang memiliki sumber daya terbatas tak bisa bangkit untuk mengejar skor. Malah Arema yang mempertebal angka lewat Kayamba Gumbs menit 55. Arema sebenarnya bisa mencetak banyak gol jika lebih konsentrasi di depan gawang.

 

Gelombang serangan tuan rumah tak menurun walau kesempatan mencetak gol menjadi jauh berkurang. Sementara Persidafon hanya sesekali melakukan balasan. Kendati begitu, tim tamu bisa memperkecil skor lewat gol kedua A Nabar menit 66.

 

Pada 30 menit terakhir babak kedua jelas Arema sudah lebih tenang dan mengendurkan tekanan. Walau di babak kedua hanya tercipta dua gol, bagaimana pun tujuh gol yang terjadi di Stadion Kanjuruhan memang sangat menghibur.

 

Arema:

Kurnia Meiga (gk), Hendro Siswanto, V Igbonefo/Gilang Ginarsa, T Gathuessi, A Alfarizi, G Sukadana/Egi M, Joko Sasongko, Sunarto/Yericho, Kayamba G, Beto, C Gonzales.

 

Persidafon:

Gebze (gk), Haay, Andri Ibo, M Cirelli, Amo, Rumkabu, E Ivakdalam, I Wanggai, Makanuay/I Oagai, Yekerek, Nabarak.

(fit)

Berita Terkait

ISL

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini