Share

Irfan Bachdim Bisa Ukir Sejarah

Kukuh Setiawan, Koran SI · Rabu 09 Januari 2013 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2013 01 09 49 743644 N4OWQQv6tw.jpg Irfan Bachdim.(foto:SINDO)

MALANG - Rumor transfer Irfan Bachdim kembali mengapung musim ini. Selama dua musim berturut-turut pemain blasteran Indonesia-Belanda tersebut mewarnai bursa transfer sepakbola Indonesia. Musim lalu Irfan Bachdim sempat ingin menyeberang ke Persija Jakarta.

 

Keinginan tersebut batal terwujud karena Persema Malang tidak melepas Irfan dengan alasan klub masih membutuhkan tenaga pemain berusia 24 tahun itu. Musim ini rumor transfer Irfan Bachdim kembali mencuat setelah sejumlah klub sempat menyatakan tertarik, salah satunya Persebaya Surabaya.

 

Musim ini sebenarnya Persema tidak keberatan melepas pemain bintangnya itu. Hanya saja transfer fee yang diminta terlalu besar untuk Persebaya, yakni senilai Rp5 miliar. Persema Malang tampaknya sedang dalam pilihan sulit menyikapi transfer pemain yang direkrut pada 2010 silam itu.

 

Persema jelas tidak ingin rugi dengan kepergian Irfan yang masih terikat kontrak hingga 2014. Tapi di sisi lain pemain yang beristrikan model Jennifer Kurniawan itu sudah tidak betah di Malang. Sedangkan untuk berharap ada klub yang bersedia membayar fee sebesar itu juga bukan perkara mudah bagi Persema.

 

Pastinya, jika transfer benar-benar terjadi, maka Irfan Bachdim bakal mencetak rekor sekaligus sejarah baru. Dia bakal menjadi pemain pertama di klub Indonesia yang pergi tanpa melalui status bebas transfer. Persema juga mencatat sejarah sebagai klub yang menerima transfer fee terbesar sepanjang sejarah sepakbola Indonesia.

 

Sepakbola Indonesia selama ini tidak mengenal transfer fee dalam transfer pemain. Itu karena rata-rata kontrak pemain berdurasi pendek atau satu-dua musim saja. Tak heran jika perpindahan pemain terjadi ketika mereka berstatus bebas transfer. Selain itu daya beli klub Indonesia juga sangat lemah.

 

Klub lebih senang menunggu seorang pemain berstatus bebas transfer dibanding membuang duit untuk transfer fee. PSSI musim lalu sebenarnya telah mengeluarkan aturan agar klub mengontrak pemain dengan durasi lebih panjang. Salah satu tujuannya untuk menggairahkan transfer pemain sekaligus membuka lahan untuk pemasukan klub.

 

Namun aturan itu belum jelas penegakannya karena masih banyak pemain yang menerima kontrak hanya semusim. Jika BEC Tero Sasana mau membayar fee untuk transfer Irfan Bachdim, maka bakal menjadi atmosfer menarik di sepakbola Indonesia. Paling tidak itu bisa membuktikan transfer fee tak sekadar impian semata.

 

“Kami menyadari klub-klub Indonesia tidak akan mau membayar transfer fee karena kemampuan finansial yang masih rendah. Kalau klub luar negeri mungkin lebih mampu. Untuk kasus Irfan Bachdim, sudah jelas harus ada transfer fee karena dia masih terikat kontrak hingga 2014. Jika benar terjadi, akan menjadi fenomena baru di sepakbola Indonesia,” ujar Manajer Persema Patrick Tarigan.

 

Dia menegaskan Bledeg Biru, julukan Persema, bakal menempuh jalan apa pun agar penyerangnya itu tidak pergi secara gratis. Klub-klub yang berniat memakai jasa pemain tim nasional (timnas) itu juga diminta menghormati Persema yang masih terikat kontrak dengan sang pemain.

 

Dalam sejarah sepakbola Indonesia, transfer fee senilai Rp5 miliar yang selanjutnya turun menjadi Rp2 miliar untuk Irfan Bachdim, merupakan angka terbesar yang pernah diminta sebuah klub. Selama ini pemasukan melalui transfer fee menjadi hal yang mustahil di sepakbola nasional.

 

Nominal itu mungkin tidak terlalu besar jika dibandingkan transfer fee pemain-pemain luar negeri. Tapi bagi sepakbola Indonesia itu sudah sangat istimewa. Saking istimewanya, belum ada klub yang dengan 'konyol' membayar sebesar itu hanya mendapatkan satu pemain.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini